Kemenko Marves: BLU DMO Batu Bara Efektif di Januari 2023

Ilustrasi penambangan batu bara (Foto: REUTERS/Ilya Naymushin)

PARBOABOA, Jakarta - Kementerian Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi (Kemenko Marves) optimis Badan Layanan Umum (BLU) Domestic Market Obligation (DMO) batu bara efektif berjalan mulai Januari 2023.

Asisten Deputi Pertambangan Kemenko Marves, Tubagus Nugraha, mengatakan saat ini payung hukum BLU batu bara masih di tahap pembahasan antar Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) dan Kementerian Kuangan yang dikeluarkan dalam bentuk Peraturan Presiden (Perpres).

Dimana nantinya, Balai Besar Pengujian Minyak dan Gas Bumi (Lemigas) akan ditunjuk sebagai lembaga eksisting milik Kementerian ESDM untuk pelaksana BLU DMO batu bara.

"Harapannya mungkin dalam beberapa bulan dekat ini di rancangan Perpres-nya sudah bisa masuk ke proses pengesahan. Saya bukan orang yang merencanakan, tapi harapannya Januari 2023 sudah efektif," ujar Tubagus dalam FGD BLU Batu Bara di Hotel Grandkemang, Jakarta Selatan, Rabu (12/10/2022).

Selain itu, penerapan Perpres diperlukan untuk mengatur penetapan formula, mekanisma penetapan tarif pungutan ekspor, serta penentuan kelembagaan yang nantinya mengelola BLU DMO batu bara.

Dalam hal itu, Tubagus mengatakan bahwa BLU DMO batu bara diperlukan sebagai solusi atas disparitas sangat besar antara harga batu bara internasional dengan batu bara yang dibeli PLN, yakni seharga US$ 10 per ton.

Sementara itu, tidak semua perusahaan mampu memenuhi spesifikasi kebutuhan batu bara PLN. Begitupun dengan penetapan sanksi atau denda berdasarkan Keputusan Menteri ESDM Nomor 139.K/HK.02/MEM.B/2021 kepada perusahaan yang tidak memiliki kontrak dengan PLN, yang belum bisa diterapkan secara penuh.

"Kalau memang argumentasi rivalitas harga, BLU adalah skema yang melenyapkan spek dan rivalitas harga. Ini untuk solusi jangka panjang. Dengan skema BLU, maka layanan batu bara domestik, dalam hal ini PLN akan berkelanjutan sehingga tidak ada isu-isu yang mengganggu pengadaannya," ujar Tubagus.

Seperti diketahui, rencana pembentukan BLU batu bara mulai santer ketika PLN mengalami krisis pasokan batu bara pada awal 2022 karena menurunnya suplai dari produsen.

Saat ini harga batu bara di pasar ICE Newcastle berada di level US$ 387 per ton. Selisih antara harga pasar dengan harga wajib PLN akan ditutup langsung oleh BLU yang memperoleh dana dari tarikan iuran ekspor para penambang. Oleh karena itu, pemerintah telah mematok angka DMO sebesar 25% dari total produksi tahunan perusahaan tambang.

Adapun kebutuhan batu bara tahun ini untuk pembangkit listrik PLN dan pembangkit swasta atau Independent Power Producer (IPP) didominasi oleh kualitas batu bara 3.800-4.400 kalori dengan 69,96 juta ton atau 61%. Lalu batu bara 4.400-5.200 kalori 33,83 juta ton (30%). Sisanya adalah batu bara di bawah 3.800 kalori dan di atas 5.200 kalori.

Editor: -
TAG :
Baca Juga
LIPUTAN KHUSUS