Kezia Siahaan: Modeling Asal Sumut yang Bersinar di Kancah Nasional

PARBOABOA, Pematangsiantar – Namanya Yulinda Kezia Elizabeth Siahaan (15). 

Di usianya yang masih terbilang muda, Kezia sudah mewakili Sumatera Utara (Sumut) dalam ajang Pemilihan Miss Teenager Indonesia 2023.

Kezia adalah siswi kelas XI di SMA Negeri 4 Pematangsiantar.

Perjalanan kariernya di industri modelling sudah dimulai sejak lama, bahkan sebelum menginjak bangku sekolah dasar.

“Awalnya iseng ikut lomba modelling di Siantar aja waktu masih umur 5 tahun. Nah, nggak disangka dapat juara pertama dan dapat beasiswa modelling di manajemen itu,” cerita Kezia kepada Parboaboa, Sabtu (13/7/2024).

Kezia bercerita, ia mendapatkan dukungan penuh dari kedua orang tuanya. Segala bentuk keperluan yang bisa mendongkrak kemampuannya dipenuhi.

“Apalagi mama yang selalu ikut kemanapun aku pergi. Saat on duty, saat show, saat ada job, pasti selalu jadi teman ke mana saja,” sambung Kezia.

Kezia mengakui bahwa ia memiliki mimpi besar di dunia pageant.

Meski awalnya masih di tingkat daerah saja, ia bisa merasakan banyak manfaat, mulai dari mendapatkan gelar, memperluas relasi, jalan-jalan, dan pengalaman baru.

Puteri kelahiran Pematangsiantar ini sudah memiliki banyak pengalaman di bidang modelling.

Hal inilah yang menguatkan Kezia untuk melanjutkan karirnya ke jenjang lebih tinggi.

Tahun 2023, Kezia mencoba peruntungan di kontes Pemilihan Puteri Sumatera Utara.

Di tingkat kota, ia tidak menemui halangan. Kezia dipilih langsung oleh guru modelling-nya untuk menjadi perwakilan Pematangsiantar karena bakat yang dimilikinya.

“Seperti regional direction-lah. Setelah itu, aku dilatih setiap harinya mulai dari catwalk, Bahasa Inggris, pose yang baik, public speaking, dan banyak lagi,” ucap Kezia.

Januari hingga September 2023 menjadi waktu yang singkat baginya untuk berlatih itu semua.

 Hampir pasrah, namun mimpi besar dan dukungan keluarga membuat Kezia bangkit kembali.

Pasca menjadi Puteri Sumatera Utara Pematangsiantar, Kezia semakin aktif di berbagai kegiatan sosial.

Ia mulai memanfaatkan sosial medianya sebagai sarana memotivasi dan menginspirasi anak muda, ikut dalam program bersih-bersih, dan berkunjung ke berbagai panti asuhan di Pematangsiantar.

Meski tidak terpilih menjadi Puteri Sumatera Utara, Kezia tetap bersyukur karena dinobatkan sebagai Miss Teenager Sumatera Utara 2023 dan Puteri Sumatera Utara Sosial.

“Gelar ini sebuah kebanggaan dan akan dibawa selamanya,” tegas Kezia.

Perjalanan Kezia tidak berhenti di situ. Ia mengatakan, justru setelah perlombaan tingkat daerah, dirinya justru terpilih menjadi perwakilan Sumatera Utara untuk bersaing di tingkat nasional.

“Saya berangkat ke Bandung,” jelasnya.

Misi Kezia jelas untuk mewujudkan cita-citanya dan lebih besar dari itu, untuk mengharumkan nama Sumatera Utara.

Ia mengakui beban atas kepercayaan yang diterimanya semakin berat. Ia berangkat bersama Mister Teen Sumatera Utara asal Kota Medan, Willy Lianggi.

“Saya menikmati dan bahagia selama karantina di Bandung, 31 Oktober – 5 November 2023, menjadi masa mulai menemukan suasana baru dalam bersaing,” kenang Kezia.

Di sana, sambungnya, penuh persaingan.

“Aku senang berbaur di sana dan bertemu RD (regional direction) yang keren-keren, dan harus berbahasa Inggris setiap harinya,” kisah Kezia.

Di kanca nasional, Kezia memang tidak mendapat gelar utama, namun berhasil menjadi Miss Teenager Photogenic Indonesia 2023.

Usia Kezia yang masih sangat muda memberinya peluang untuk berkarir panjang dalam dunia pageant. Walau demikian, ia tidak akan meninggalkan pendidikannya.

“Aku masih mau fokus sekolah dulu. Ada rencana dan target yang lebih besar lagi nantinya. Ditunggu aja,” ungkap Kezia.

Berbagai gelar dalam dunia modelling sudah dimiliki Kezia.

Ia sudah melenggang dari satu catwalk ke catwalk lain, Pematangsiantar, Sumatera Utara, hingga Indonesia.

Kezia sudah merasakan atmosfer persaingan dengan banyak orang.

Karir yang tidak mudah

Selain karena masih bersekolah, segala kebutuhan dan keperluan untuk berlomba masih ditanggung sendiri.

“Bersyukur masih didukung oleh orang tua,” ungkapnya.

Kezia mengakui, dirinya bukan orang pertama yang berjuang demi nama baik kota dan provinsi namun tanpa dukungan pemerintah.

“Kenapa nggak dirangkul aja? Diberikan dukungan dan dibantu dalam hal apapun yang dibutuhkan? Karena yang dibawa juga nama Kota Pematangsiantar, bukan hanya nama pribadi,” tegas Kezia.

Kezia pun berharap, pemerintah juga melibatkan mereka dalam kegiatan-kegiatan sosial dan lainnya.

Jangan seperti selama ini jelasnya, hanya mengundang ketika sudah berhasil membawa pulang gelar dari tingkat provinsi atau nasional.

Lebih lanjut, Kezia mengakui peran penting tim manajemen. Menurutnya, tim manajemen benar-benar mendidik dan menuntun dirinya dalam tiap ajang yang diikutinya.

“Itulah pentingnya masuk manajemen sebelum ikut ajang seperti ini, supaya ada pengawasan dan ada yang membimbing. Takutnya nanti diporotin,” sambungnya.

Kezia berpesan kepada seluruh anak muda di Pematangsiantar untuk tidak takut dalam mengembangkan dan mengikuti perlombaan yang sesuai dengan minatnya, apalagi di ajang pageant.

“Ajang seperti ini bisa jadi wadah untuk branding diri sendiri dan bisa juga jadi langkah awal kita untuk lebih bijak dan memanfaatkan sosial media dengan baik,” pungkasnya.

Editor: Norben Syukur
TAG :
Baca Juga
LIPUTAN KHUSUS