Kontroversi Trump di Meja Pengadilan Manhattan: Apakah Berpengaruh ke Pemilu AS 2024?

Mantan Presiden AS, Donald Trump sedang berbicara di depan awak media bertempat di Harlem, Rabu (17/04/2024)

PARBOABOA, Jakarta - Mantan presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump mulai menjalani persidangan di pengadilan Manhattan, Senin (15/04/2024).

Persidangan tersebut dijalankan atas dugaan dua kasus besar, yakni pidana ‘uang tutup mulut’ dan penipuan perdata.

Terkait kasus pertama, Trump didakwa dengan 34 dakwaan pemalsuan catatan bisnis atas pembayaran ‘uang tutup mulut’ kepada bintang film dewasa Stephanie Clifford atau biasa disapa Stormy Daniels

Daniels menceritakan, awal pertemuan mereka terjadi pada tahun 2006 di lapangan golf selebriti. Saat itu, dirinya berusia 27 tahun dan Trump telah berusia 60 tahun. 

Perselingkuhan antara keduanya mulai tersiar. Ia mengaku, salah seorang pengacara suruhan Trump pernah memberikan uang sebesar $130.000 agar ‘tutup mulut’.

Kala itu, Trump hendak mencalonkan diri dalam pemilihan umum (Pemilu) AS 2016.

“Ceritanya akan terungkap lagi. Saya prihatin dengan keluarga saya dan keselamatan mereka,” ungkap Daniels seperti dilansir dalam 60 Minutes, Rabu (16/04/2024) 

Sementara dalam kasus kedua, Trump diputus bersalah oleh pengadilan banding New York dan dituntut harus membayar uang jaminan sebesar $175 juta. Untuk kasus kedua ini, ia diberi waktu tambahan 10 hari untuk membayar obligasi.

Agenda sidang di pengadilan Manhattan dimulai dengan pemilihan dewan juri. Mereka dimintai keterangan terkait kasus yang menjerat nama presiden ke-45 AS itu. 

Ratusan warga New York akan memilih dua belas dewan juri bersama dengan enam juri pengganti.

“Hakim dalam kasus ini telah merilis kuesioner ekstensif yang harus diisi oleh para calon juri,” tulis surat kabar The New York Post, Selasa (16/04/2024). 

Seluruh kuesioner berisi kronologi kejadian dan keterangan sejumlah saksi dalam dua perkara tersebut.

Sementara sebuah laporan lain menyebut, pemilihan daftar 12 juri yang dapat menentukan nasib Trump adalah hal yang sulit. Alasannya, lebih dari 50 orang pernah diberhentikan karena mereka mengakui diri tidak bisa berlaku adil dan tidak memihak.

“Pemberhentian kelompok calon juri menekankan kesulitan dalam memilih juri ketika terdakwa adalah mantan presiden yang membangkitkan perasaan kuat di kedua sisi lorong,” tulis CNN, Senin (15/04/2024).

Sebelumnya, banyak juri yang pernah diminta untuk memberikan keterangan mengakui kesulitan untuk berbicara jujur di muka persidangan.

Dalam sidang pertama itu, Trump sendiri tidak banyak berbicara. Ia hanya mengeluh sulitnya mendapatkan juri yang berpihak kepadanya di Manhattan.

“Di antara para juri yang tetap, kebanyakan mengatakan mereka bisa adil dan tidak memihak dalam kasus ini,” ungkap Trump sebagaimana dikutip CNN.

Efek untuk Pemilu AS 2024 

Trump menjadi mantan presiden pertama AS yang diadili atas tuduhan kriminal. Sebelum terjerat kasus dengan Daniels, ia juga terlibat dalam kasus serupa dengan Karen McDougal, seorang aktris dan model majalah Playboy. Trump diketahui membayar McDougal senilai $150.000 untuk menutupi kasus tersebut. 

Sebelum sidang dilangsungkan, Trump berulang kali menyangkali keterlibatannya dalam dua kasus tersebut. Baginya, sidang yang sedang dijalankan merupakan bentuk ‘penganiayaan politik’ dan ‘serangan terhadap Amerika.’

Meski demikian, sejumlah pengamat menyebut, keterlibatan Trump dalam sejumlah kasus asusila akan memberatkan langkahnya untuk melanggeng dalam Pemilu AS pada November 2024 mendatang.

Trump akan berada di ruang sidang Manhattan setiap hari selama enam minggu ke depan atau lebih. Itu berarti, kampanye pencalonannya sebagai presiden dari Partai Republik jelas terhambat. 

Sementara di pihak lain, Presiden AS, Joe Biden masih berada di tengah ombak ketidakpastian. 

Di balik inkonsistensi sikapnya dalam mendukung eskalasi Israel atas Palestina, Biden ditampar persoalan baru terkait dukungannya atas Israel dalam konflik horizontal bersama Iran.

Sebelumnya diketahui, Iran telah melancarkan serangan drone dan roket ke Israel, Sabtu (13/04/2024). 

Serangan ini terjadi sebagai balasan atas serangan yang sebelumnya dilakukan Israel terhadap konsulat Iran di Syiria yang menewaskan tujuh anggota Islamic Revolutionary Guard Corps (IRGC).

Biden mengutuk keras tindakan tersebut dan menyatakan ‘dukungan kuat terhadap keamanan Israel.’

Sikap Biden menuai kontroversi dari masyarakat AS yang justru mengutuk perilaku Israel. Mereka berharap, Biden bisa bersikap tegas dengan Israel jika ingin dipilih lagi dalam Pemilu AS 2024.

Editor: Defri Ngo
TAG :
Baca Juga
LIPUTAN KHUSUS