KPU Buka Suara Jawab Soal Tudingan Penyebab Data 105 Juta WNI Bocor

Komisi Pemilihan Umum Republik Indonesia (Foto: InfoPublik)

PARBOABOA, Jakarta - KPU (Komisi Pemilihan Umum) Republik Indonesia buka suara terkait tudingan penyebab kebocoran dan penjualan 105 juta data Warga Negara Indonesia (WNI) di sebuah forum online Breached Forums.

Diduga lebih dari 105 juta data dijual oleh anggota forum bernama Bjorka di laman forum online Breached Forums dengan judul ‘Indonesia Citizenship Database From KPU 105M’ dengan mencantumkan logo KPU.

Dalam situs tersebut, Bjorka mengklaim memiliki 105.003.428 juta data penduduk Indonesia dengan detail Nomor Induk Kependudukan (NIK), Kartu Keluarga, nama lengkap, tempat tanggal lahir, jenis kelamin, umur, dan lain-lain.

Data pribadi itu dijual seharga US$5 ribu atau setara Rp7,4 juta (US$1=Rp14.898,20). Semua data tersebut disimpan dalam file 20GB (uncompressed) atau 4GB (compressed).

Bjorka merupakan akun yang sebelumnya juga membocorkan 1,3 miliar data registrasi kartu SIM dengan kapasitas 87GB dijual di situs gelap tersebut. Kala itu, ia membanderolnya dengan harga US$50 ribu (sekitar Rp744 juta) sambil menyertakan sampel data sebanyak 2GB.

Setelah viral dugaan kebocoran data penduduk warga Indonesia dan dijual ke forum online Breached Forums yang diduga berasal dari KPU. Komisioner KPU Betty Epsilon Idroos menegaskan dugaan data yang bocor itu bukan berasal dari data yang dimiliki KPU.

"Setelah kami analisa, koding yang dilakukan dalam situs yang dimaksud bukan merupakan data yang dimiliki KPU," kata Betty dalam keterangannya, Selasa (06/09/2022).

Betty menyebut saat ini KPU tengah berkoordinasi dengan tim satgas siber KPU. Dia juga mengklaim bahwa seluruh sistem informasi yang dimiliki KPU masih terjamin keamanannya.

"Sejauh ini koordinasi kami kepada tim satgas keamanan siber KPU semua sistem informasi masih kondusif kondisi keamanannya," ucapnya.

Editor: -
TAG :
Baca Juga
LIPUTAN KHUSUS