Lomba Mural Kritik Polri Diserbu Warga, 10 Peserta Terbaik akan Memperebutkan Gelar Juara

Mural karya peserta yang bertanding di lomba mural Piala Kapolri 2021

PARBOABOA, Jakarta - Sebuah lomba unik dilakukan Polri dalam rangka memperingati hari Bhayangkara tahun 2021. Polri menggelar lomba mural untuk memperbutkan Piala Kapolri 2021. Polri memberikan kesempatan kepada publik untuk memberikan kritik dalam bentuk karya seni dengan mengusung tema “Peran Generasi Muda untuk Berkreasi dalam Menyampaikan Informasi yang Positif di Masa Pandemi Covid-19”.

Sebenarnya acara ini awalnya tidak terlalu menarik minat publik. Dalam tiga pekan awal setelah diumumkan hanya 18 orang yang mendaftar. Namun event ini mendadak diserbu masyarakat setelah Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo mempersilahkan mural yang diikutsertakan bernuansa kritik ke institusi.

Sehingga ada total 803 peserta yang telah mendaftar. Seleksi pertama dilakukan dan menyisakan 80 peserta terbaik yang dibawa untuk berlomba di Jakarta. Seleksi selanjutnya kemudian dilakukan dan memilih 10 peserta.

10 peserta akan memperebutkan hadiah sebesar Rp 30 juta untuk juara pertama. Kemudian juara kedua akan mendapat hadiah Rp 15 juta dan juara ketiha Rp 10 juta. Sementara tujuh peserta lainnya akan mendapat hadiah Rp 5 juta perorang.

Para peserta lomba mural kritik Polri mulai menggarap karya mereka di Lapangan Bhayangkara, Mabes Polri, Jakarta pada Sabtu (30/10). Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo yang tiba di lokasi ikut mengecat sebuah mural yang bertuliskan “Siapa Berani Kritik Polisi”.

"Kami institusi Polri menginginkan bahwa masyarakat bisa memberikan gambaran kepada kami tentang bagaimana persepsi masyarakat tentang Polri. Sehingga kami setiap hari bisa berbenah institusi, sehingga kita bisa siapkan institusi ini, personel-personel kami jadi lebih baik. Jadi Polri yang dipercayai publik, Polri yang dicintai masyarakat," kata Sigit, Sabtu (30/10).

Lomba mural ini diadakansebagai bentuk yang menggambarkan kepolisian Indonesia sangat menghargai kebebasan berekspresi, tak anti kritik dan akan menerima semua aduan masyarakat. .

"Jadi kali ini kita sampaikan bahwa pemerintah, polisi tidak antikritik. Tentunya ini jadi kebanggaan kami bahwa ternyata kawan-kawan tidak takut dam berani tampil. Gambar yang positif, negatif, silakan. Kami akan menghargai betul," imbuhnya.

Sebelumnya penghapusan mural ramai terjadi di Indonesia, seperti penghapusan mural “Jokowi 404: Not Found” kemudian mural “Dipaksa Sehat Di Negara yang Sakit”, hingga mural “Wabah Sebenarnya adalah Kelaparan”.

Editor: -
TAG :
Baca Juga
LIPUTAN KHUSUS