Merasa Dirugikan, Jessica Iskandar Ogah Cabut Laporan Penipuan dan Penggelapan Mobil

Pihak Jessica Iskandar tak akan mencabut laporan penipuan atas Steven meski sudah ditawari mobil dan uang Rp47 juta sebagai imbal damai. (Foto: Instagram/@inijedar)

PARBOABOA, Jakarta – Jessica Iskandar mengungkapkan bahwa dirinya tak akan mencabut laporannya terhadap Christoper Steffanus Budianto alias Steven terkait kasus dugaan penipuan dan penggelapan dengan modus peminjaman mobil.

Hal tersebut disampaikan langsung oleh kuasa hukum Jessica Iskandar, Rolland E Potu usai pihak Steven meminta penawaran berupa perdamaian.

"Nggak (akan cabut laporan). Kalau cabut laporan polisi, itu terlalu jauh," kata Rolland E Potu saat ditemui di Polda Metro Jaya, Jakarta, Kamis (3/11).

"Itu hak mereka, prinsipal dan kuasa hukumnya, meminta kami mencabut. Tapi kembali lagi ini kepentingan ada di klien kami,"

Sebelumnya, pihak Steven juga sudah menawarkan aksi perdamaian dengan Jessica Iskandar yang disampaikan oleh kuasa hukumya, Togar Situmorang. Hal tersebut diungkapkannya dalam sidang mediasi di Pengadilan Negeri Jakarta Selatan, Rabu (2/11).

"Tadi kami sampaikan keinginan kami mencari yang terbaik agar permasalahan selesai, termasuk pihak tergugat kami harapkan mencabut laporan di Polda Metro Jaya," kata Togar.

"Kami sudah menawarkan tadi, yaitu bagian dari perdamaian atau mediasi terkait pengembalian berupa unit, kalau memang dikatakan itu miliknya dia [Jessica Iskandar]," kata Togar.

"Mobil Alphard kalau betul miliknya dia, yang kedua mobil Mini Cooper, tapi nanti kami lihat dulu surat-suratnya," lanjutnya.

Pihak Steven pun bersedia menyerahkan uang senilai US$3.000 atau setara dengan Rp47 juta (US$1=Rp15.678) sebagai bagian dari perdamaian tersebut.

"Kami sampaikan secara resmi di depan persidangan, tidak lagi di depan orang biasa, tapi di depan hakim, apa-apa saja poin yang kami inginkan bila mau dimediasi," kata Togar.

Steven sendiri sebelumnya berkilah melakukan penipuan dan penggelapan. Ia menilai bahwa kerugian yang dialami oleh Jessica Iskandar merupakan kerugian perusahaan, dan artis itu sudah menggiring opini publik seolah itu jadi kesalahannya semata.

"Kami seolah-olah digiring saya adalah seseorang yang salah. Ketika saya menjadi komisaris di perusahaan dan mengalami kerugian, secara hukum ini bukan 100 persen penanggung jawab saya," ujar Steven kepada media, seperti diberitakan detikHot pada Rabu (12/10).

"Di sini seolah-olah semua salah saya dan tanggung jawab [saya]," lanjutnya.

Steven juga menyebut Jessica Iskandar tidak memahami kontrak kerja sama yang mereka sepakati. Ia juga mengklaim tidak membawa kabur aset-aset milik Jessica Iskandar.

Tak berhenti di situ, Steven mengaku bahwa dirinya ikut merugi dalam kasus ini. Ia juga bersedia mengganti sebagian kerugian yang dialami pihak Jessica Iskandar, meski akhirnya tawaran itu ditolak.

Jessica Iskandar sebelumnya mengaku telah menjadi korban penipuan komisaris Trip.id bernama Christopher Steffanus Budianto sejak 2011. Adapun penipuan ini mencakup 11 unit mobil dan sejumlah uang sebesar US$30 ribu atau sekitar Rp452 juta.

Jedar menyadari bahwa transaksi yang dilakukan rekan bisnisnya diduga palsu. Ia juga mengakui tidak mengetahui keberadaan mobil-mobilnya saat ini.

Jessica Iskandar dan suaminya, Vincent Verhaag, telah melaporkan dugaan penipuan ini ke pihak kepolisian. Laporan sudah terdaftar dengan nomor STTLP/B/2947/VI/2022/SPKT/Polda Metro Jaya, pada 15 Juni 2022.

Steven kemudian menggugat balik sang artis secara perdata di PN Jakarta Selatan pada 14 September. Ia disebut tidak terima dengan sebutan itu karena merasa artis yang akrab disapa Jedar itu terlalu vulgar.

Editor: -
TAG :
Baca Juga
LIPUTAN KHUSUS