Ragam Reaksi Hollywood Tanggapi Mundurnya Joe Biden di Pilpres AS

kumpulan cuitan selebrity hollywood di platform X. (Foto: Parboaboa/Dian)

PARBOABOA, Jakarta - Keputusan Joe Biden menarik diri dari Pemilihan Presiden (Pilpres) Amerika Serikat 2024 yang akan dihelat 5 November mendatang menuai berbagai reaksi dari selebritas di negara itu, atau yang dikenal dengan Hollywood.

Reaksi yang ditunjukkan selebriti Hollywood itu berbagai macam. Mulai dari rasa hormat, mendukung keputusan hingga mengkritik Presiden AS ke-46 yang berusia 81 tahun itu, .

Seperti yang disampaikan Aktor Star Wars, Mark Richard Hamill atau Mark Hamill dalam akun X nya, @MarkHamill.

Ia menyebut Presiden Joe Biden memiliki rekor pencapaian yang tak tertandingi oleh presiden mana pun.

"Dia memulihkan kejujuran, martabat, dan integritas di kantornya setelah empat tahun penuh kebohongan, skandal kejahatan, dan kekacauan," tulisnya sembari me-repost pernyataan Joe Biden.

Pengisi suara The Joker ini juga berterima kasih terhadap masa kerja Joe Biden memimpin Amerika Serikat selama ini.

Sekarang menjadi tugas orang Amerika yang patriotik untuk memilih Partai Demokrat yang akan menghormati dan memajukan warisan Anda, imbuh Mark Hamill dalam unggahan di akun X nya.

Selain Mark Hamill, kakak adik Billie Eilish dan Finneas juga mengapresiasi keputusan Joe Biden yang mundur dari Pilpres AS. 

Sembari mengunggah foto keluarga mereka bersama Joe Biden, Billie dan Finneas menilai, keputusan tersebut sebagai bentuk seseorang yang mengutamakan kepentingan bersama daripada diri sendiri.

"Saya punya banyak rasa hormat untuk itu," kata Billie Eilish dalam akun X nya.

Aktor Yvette Nicole Brown juga siap mendukung kubu Demokrat, meski Joe Biden telah mengundurkan diri. Pengisi suara Inside Out 2 ini menyebut, hanya nama di bagian atas kubu Demokrat yang berubah, bukan pada dukungannya.

Lalu ada kreator Grey's Anatomy dan Scandal, Shonda Rhimes juga mengucapkan terima kasihnya pada Joe Biden.

Sementara aktor Avenger Mark Ruffalo tegas menyatakan tidak untuk kandidat Pilpres AS lain, Donald Trump dan wakilnya, J.D Vance.

Sembari me-repost pernyataan mundurnya Biden dari Pilpres AS, Ruffalo yang juga aktivis ini dalam akun X nya, @MarkRuffalo, menyatakan tak ingin agama Kristen sayap kanan mengambil alih AS. 

'Tidak ada yang salah dengan agama Kristen, hanya saja tidak seharusnya menjalankan negara yang lahir dari kebebasan beragama,' tulis dia.

Aktor Hollywood lainnya, Russell Brand memberikan kritiknya saat Amerika Serikat dipimpin Joe Biden yang baru-baru ini mendukung Kamala Harris untuk nominasi Partai Demokrat.

Diketahui, Joe Biden memberikan dukungan kepada wakil presidennya, Kamala Harris untuk menggantikannya sebagai calon presiden dalam Pilpres AS.

Dukungan terhadap Kamala Harris juga berdatangan dari artis-artis Hollywood, mulai dari Pemenang Oscar dan sutradara Spike Lee, bintang The Bear dan Borderlands Jamie Lee Curtis dan bintang Abbott Elementary Sheryl Lee Ralph. 

Jamie menyebut Harris sebagai orang yang dipercaya dan teruji. Harris juga disebut sebagai pembela yang gigih untuk hak-hak perempuan dan orang kulit berwarna.

"Pesannya adalah harapan dan persatuan untuk Amerika pada saat terjadi perpecahan nasional yang besar," tulis Curtis dalam akun X nya.

Sedangkan Spike lee memposting gambar Harris dengan kata-kata, "Sekali lagi seorang sista datang untuk menyelamatkan".

Pada Minggu (21/7/2024) waktu Amerika Serikat, Joe Biden memberikan pengumuman mengejutkan bahwa dirinya mengundurkan diri dari Pilpres AS.

Keputusan itu ia sebut menjadi keputusan terbaik bagi Partai Demokrat selaku partai pengusungnya dan juga bagi negara. Berikut pernyataannya:

Merupakan kehormatan terbesar dalam hidup saya untuk melayani sebagai presiden Anda, meskipun niat saya adalah untuk mencalonkan diri kembali. Saya yakin demi kepentingan terbaik partai dan negara jika saya saya mundur dan hanya memenuhi tugas saya sebagai presiden selama sisa masa jabatan,

Pengumuman dari Biden ini menutup serangkaian cerita yang dimulai sejak debatnya dengan kandidat dari Partai Republik, Donald Trump.

Pada debat pertama mereka, yang berlangsung pada 27 Juni, Biden terlihat bingung dan tidak koheren sepanjang acara. Kondisi itu memicu kekhawatiran Partai Demokrat tentang kemampuan kognitif Biden.

Beberapa politisi Demokrat dan donatur lantas menyerukan agar Biden juga dihapus dari daftar calon presiden AS.

 

Editor: Kurniati
TAG :
Baca Juga
LIPUTAN KHUSUS