Kembali Memanas, Militer Korut dan Korsel Saling Lepaskan Tembakan Peringatan

Korea Selatan dan Korea Utara saling melepaskan tembakan peringatan di perbatasan laut kedua negara (Foto: IDN Times)

PARBOABOA, Jakarta – Militer Korea Selatan (Korsel) dan Korea Utara (Korut) saling melepaskan tembakan peringatan di wilayah perbatasan laut kedua negara tersebut, Senin (24/10).

Melansir dari AFP, militer Korsel melepaskan tembakan peringatan yang diarahkan ke sebuah kapal milik Korut yang diduga menerobos perbatasan maritim kedua Korea.

Seperti diungkapkan Kantor berita Yonhap, kapal komersial milik Korut yang bernama Northern Limit Line, melintas di dekat pulau Baengnyeong sekitar pukul 03.24 waktu setempat. Kapal tersebut lalu bergerak kembali ke perairan Korut setelah militer Korsel melepaskan tembakan peringatan.

Di sisi lain, melansir media pemerintah Korut, KCNA, melaporkan Pyongyang membalas dengan menembakkan 10 peluru artileri ke lepas pantai baratnya.

Staf Umum Tentara Rakyat Korut mengonfirmasi bahwa militernya menembakkan 10 peluru dari bebera peluncur roket sekitar pukul 05.15 waktu setempat usai militer Seoul melepaskan tembakan peringatan sekitar pukul 03.50 dini hari.

Militer Korut menuding balik bahwa kapal milik Korea Selatanlah yang telah melanggar perbatasan.

"Staf Umum Tentara Rakyat Korea [Utara]...memerintahkan untuk menembakkan 10 tembakan dari beberapa peluncur roket untuk mengirim kembali kapal musuh dengan tegas," kata juru bicara pemerintah Korea Utara dalam sebuah pernyataan yang disiarkan oleh KCNA.

Sementara itu, Kepala Staf Gabungan Korsel menyebutkan telah mengirim kembali kapal dagang Korut yang melintasu Garis Batas Utara (NLL), batas laut de facto antara kedua Korea.

"Kami sekali lagi dengan tegas memperingatkan musuh yang melakukan provokasi maritim di atas tembakan artileri dan siaran pengeras suara lintas batas," kata Kepala Staf Gabungan Korea Selata yang dikutip Yonhap.

Dilaporkan tidak ada bentrok lanjutan dari saling lepas tembakan peringatan antara militer dua negara Korea.

Untuk diketahui, perbatasan maritim kedua Korea telah menjadi titik nyala, dan telah menjadi lokasi sejumlah bentrokan antara kedua negara ini selama bertahun-tahun.

Sebagai informasi, aksi saling mengeluarkan tembakan peringatan tersebut sudah sering terjadi, di mana sebelumnya menimbulkan kejadian berdarah. Seperti pada 2010 silam, keributan di laut tersebut setidaknya menewaskan 50 warga Korsel.

Editor: -
TAG :
Baca Juga
LIPUTAN KHUSUS