Offside Adalah? Sejarah dan Peraturannya

Ilustrasi posisi seseorang dianggap offside dalam sepak bola (Foto: Fungsi.co.id)

Parboaboa.com – Peraturan dalam sepak bola selama ini dimodifikasi agar menciptakan permainan yang adil. Salah satu di antara peraturan sepak bola yang sering kali menjadi perdebatan adalah offside.

Offside adalah keadaan ketika posisi seorang pemain sepak bola yang sedang diberi umpan melebihi posisi pemain lawan, sedangkan tidak ada pemain lawan setelahnya selain penjaga gawang.

Offside mengadopsi istilah militer, yaitu “off the strength of your side”. Artinya, pemain dibebas tugaskan atau terlepas dari permainan.

Mengutip dari laman resmi FIFA, offside dalam sepak bola mengacu pada olahraga rugby. Konsepnya sama, melarang seorang pemain hanya diam menunggu umpan di depan gawang musuh.

Hal ini terkadang menjadi sensitif dalam sepak bola. Sebab, terkadang pemain yang sedang aktif akan melakukan penyerangan dan mencetak gol, tetapi terperangkap offside.

Jadi, FIFA membuat peraturan khusus mengenai hal ini dalam FIFA Law of The Game. Berikut ini merupakan penjelasan peraturan dan sejarah istilah offside adalah.

Peraturan Offside

Dalam sebuah pertandingan sepak bola, offside memiliki dampak bagi kedua tim.

Bagi tim yang sedang menyerang, offside dapat berakibat gagalnya peluang untuk mencetak gol. Sedangkan bagi tim bertahan, offside akan menjadi salah cara menggagalkan gawang mereka dari kebobolan.

Berikut ini adalah aturan offside dalam sepak bola yang telah ditetapkan dalam “Laws of the Game” oleh IFAB.

Pemain dalam posisi offside apabila:

  • Seorang pemain yang menyerang berada lebih dekat dengan garis gawang tim lawan daripada bola dan pemain kedua terakhir lawan.

Kondisi yang membuat pemain dinyatakan offside adalah pada saat bola disentuh atau dimainkan oleh rekan setimnya, ia terlihat aktif dalam permainan dengan:

  • Mengganggu permainan dengan memainkan atau menyetuh bola yang dioper oleh rekan satu tim.
  • Mengganggu/menghalangi lawan.
  • Membuat tindakan nyata yang jelas berdampak pada kemampuan lawan untuk memainkan bola.
  • Memperoleh keuntungandengan berada di posisi tersebut.

Pemain tidak dalam posisi offside apabila sejajar dengan pemain kedua terakhir lawan atau dua pemain terakhir lawan

Adapun, FIFA sebagai induk organisasi sepak bola dunia telah mengonfirmasi bahwa bagian bawah ketiak sekarang digolongkan sebagai bagian tubuh dimana offside akan diukur.

Sejarah Aturan Offside

Suatu keadaan dimana posisi pemain sepak bola berada di area lawan ketika bola sedang menunju dirinya, sedangkan tidak ada pemain lawan setelahnya selain kiper dinamakan offside.

Dalam sejarahnya tercatat offside sempat mengalami beberapa perubahan dikarenakan kurang jelasnya aturan itu sendiri.

Aturan tiga pemain di belakang

Pada akhir 1863, aturan offside pertama kali disesuaikan dalam permainan sepak bola. Seorang pemain akan dianggap offside jika ada tiga pemain termasuk penjaga gawang lawan berada di depannya.

Aturan dua pemain di belakang

Kemudian pada tahun 1925, aturan offside mengalami perubahan atau direvisi.

Pada saat itu, pemain akan dianggap offside jika ada dua pemain belakang lawan (termasuk kiper) yang berdiri di depannya.

Aturan satu pemain di belakang

Pada 1990, aturan offside kembali direvisi oleh FIFA dan badan kepengurusan yang menentukan aturan permainan sepak bola (IFAB).

Offside akan berlaku bagi pemain yang di hadapannya hanya ada satu pemain (bisa kiper atau pemain lain).

Adapun, pada tahun 1995, setelah bongkar pasang perihal aturan offside, FIFA dan IFAB memtusukan untuk merevisi.

Revisi itu membuat aturan menjadi lebih longgar, karena pemain bebas dari offside jika tidak terlibat dalam permainan.
 

Editor: -
TAG :
Baca Juga
LIPUTAN KHUSUS