OPM Bantai Pekerja Jalan Trans Papua, Polisi Ungkap Kronologinya

OPM serang pekerja proyek jalan trans Papua Barat (Foto: Democrazy)

PARBOABOA, Jakarta – Tentara Pembebasan Nasional Papua Barat Organisasu Papua Merdeka (TPNPB-OPM) melakukan pembantaian terhadap sejumlah pekerja jalan Trans- Papua Barat, Kamis (29/9) lalu. Akibatnya, 4 pekerja dilaporkan tewas dalam peristiwa tersebut.

Kabid Humas Polda Papua Barat, Kombes Pol Adam Erwindi mengungkapkan, kejadian penembakan dan pembantaian pekerja jalan Trans Papua Barat itu terjadi di satu lokasi yang sama dalam satu peristiwa.

Berdasarkan keterangan para korban, ucap Adam, saat itu sebanyak 14 pekerja proyek secara beriringan hendak menuju lokasi pekerjaan dengan menggunakan 2 ekskavator dan 3 truk. Tepat di wilayah Kampung Mejnik, salah satu karyawan mendengar suara tembakan.

"Kemudian, karyawan lainnya melihat dari arah depan berlari ke arah belakang tiga rekannya, dimana salah satu diantara mereka dalam kondisi luka di bagian tangan," kata Adam, dilansir dari CNNIndonesia, Sabtu (1/10).

Usai melihat itu, semua pekerja kemudian ikut berlari menyelamatkan diri. Tiga karyawan yakni, Sitinjak (25), Om Kumis (55), Halim (20), berlari kerah sungai Majnik. Sementara, 6 orang lainnya, yaitu Kusnadi (30), Remon Ulimpa (26), Irson (42), Agung (18), Muksin Rambe (49), serta Ruslan (33), berlari ke arah Pos Yonif 136 yang berlokasi di Kampung Mayerga.

Saat tengah melarikan diri, mereka tidak mengetahui nasib pekerja lainnya, termasuk Reva (28) seorang wanita yang merupakan juru masak dalam rombongan tersebut.

"Kejadiannya jelang sore hari. 6 Korban yang berlari ke Kampung Mayerga baru tiba di Pos Yonif sekira 18.30 WIT. Sedangkan 3 orang yang melarikan diri ke sungai, berhasil sampai ke perkampungan Majnik. Dari situ, mereka diantar warga kampung ke Pos Yonif," terangnya.

Adam kemudian mengatakan, pihaknya langsung terjun untuk mengevakuasi para korban selamat yang berlindung di Pos Yonif. Sementara, tim lain melakukan evakuasi terhadap 4 korban, yakni Abas (52), Yafet (50), Darmin (46), dan Armin (43), yang tewas dibantai setelah tidak bisa melarikan diri dari penyerangan tersebut.

"Di TKP pembantaian itu, dua jasad ikut terbakar kendaraan sedangkan dua jasad lainnya terpisah dari kendaraan yang dibakar," katanya.

Adam menyebutkan, untuk jasad korban yang terbakar, pihaknya tidak lagi melakukan identifikasi terhadap mayat. Pasalnya, sudah ada foto awal letak korban sehingga jenazah tersebut sudah bisa di identifikasi atau dikenali.

"Saat ini, 4 jasad itu dalam perjalanan dari Bintuni ke Manokwari. Perkiraan sore ini tiba di Manokwari. Selanjutnya akan disemayamkan di Rumah Sakit Provinsi sebelum dipulangkan ke kampung halaman," tandasnya.

Editor: -
TAG :
Baca Juga
LIPUTAN KHUSUS