Pabrik Tambang di Jawa Timur Ditarget Produksi 60 Ton Emas Pertahun

PT Freeport Indonesia (PTFI) kebut pengerjaan Manyar Smelter Project, kawasan hilirisasi industri tambang dengan nilai investasi Rp45 triliun. (Foto: Freeport)

PARBOABOA, Jakarta - PT Freeport Indonesia (PTFI) kebut pengerjaan Manyar Smelter Project, kawasan hilirisasi industri tambang dengan nilai investasi Rp45 triliun. Nantinya akan ada 60 ton emas pertahun yang diproduksi. 

Wakil Menteri Perdagangan Jerry Sambuaga mengatakan, 18 ribu tiang pancang seluruhnya sudah dipasang di area jantung smelter. Hingga Desember 2022, secara kumulatif kemajuan fisik proyek sudah 51,7 persen dengan total serapan biaya berkisar Rp25 triliun. 

“Jumlah tenaga kerja terserap sebanyak 11 ribu, di mana 98 persennya  tenaga kerja Indonesia,” katanya lewat keterangan tertulis yang diterima Parboaboa, Jumat (03/02/2023).

Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto mengatakan, smelter perlu melalui proses pre-commissioning dan commissioning sebelum dapat beroperasi penuh layaknya pabrik-pabrik lain. Kedua tahap akan ditempuh untuk memastikan seluruh fasilitas berfungsi tanpa kendala dan berlangsung sekitar lima bulan sebelum beroperasi pada Mei 2024.

“Pemerintah optimistis bahwa konstruksi akan rampung tepat waktu pada Desember 2023,” tutur Menko Airlangga.

Nantinya, kata Airlangga, selain fasilitas pemurnian dan pengolahan konsentrat tembaga, smelter Manyar akan dilengkapi dengan fasilitas pendukung, seperti precious metal refinery (PMR) yang berfungsi mengolah lumpur anoda dari hasil olahan pemurnian konsentrat tembaga menjadi emas dan perak. 

“Fasilitas tersebut diproyeksikan mampu menghasilkan rata-rata 35 ton hingga maksimal 60 ton emas pertahun,” katanya.

Presiden Direktur PTFI Tony Wenas menyebut, pembangunan Manyar Smelter Project hingga akhir tahun lalu telah menghabiskan biaya investasi sebesar 1,63 miliar dollar amerika serikat (Rp25 triliun) dari nilai total investasi 3 miliar dollar amerika serikat (Rp45 triliun). 

“Smelter tersebut akan mampu mengolah konsentrat tembaga berkapasitas produksi 1,7 juta dry metric ton (dmt). Selanjutnya, menghasilkan katoda tembaga hingga 600 ribu ton pertahun,” jelasnya.

Editor: RW
TAG :
Baca Juga
LIPUTAN KHUSUS