Resmi! Pemerintah Ubah Nomenklatur Isa Almasih jadi Yesus Kristus

Pemerintah akan mengubah nomenklatur Isa Almasih menjadi Yesus Kristus. (Foto: Instagram?@katedraljakarta)

PARBOABOA, Jakarta - Pemerintah akan mengubah istilah libur nasional Kenaikan Isa Almasih menjadi Kenaikan Yesus Kristus.

Dalam keterangannya pada Selasa (12/9/2023), Menteri Koordinator Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (Menko PMK) Muhadjir Effendy mengatakan, perubahan istilah tersebut setelah mendapat usulan dari Kementerian Agama (Kemenag).

Usulan perubahan nomenklatur nama Isa Almasih menjadi Yesus Kristus, kata Effendy, disampaikan Kemenag dalam rapat bersama empat kementerian yang digelar di Kantor Kemenko PMK, Jakarta, Selasa (12/9/2023).

"Akan ada perubahan nomenklatur atas usulan dari Kementerian Agama soal istilah yaitu Isa Almasih diubah menjadi Yesus Kristus," kata Effendy dalam konferensi pers.

Menurut Effendy, Kemenag nantinya akan menyusun usulan perubahan istilah tersebut yang kemudian dituangkan dalam bentuk Peraturan Presiden (Perpres).

Sementara itu, Wamenag Saiful Rahmat Dasuki mengatakan, perubahan nomenklatur tersebut berhasil diperjuangkan Kemenag setelah menerima usulan dari umat Kristen.

Menurut Saiful, nama nomenklatur mesti diubah dari Isa Almasih menjadi Yesus Kristus seperti yang diyakini umat Kristen Katolik dan Kristen Protestan, mulai dari kelahiran, wafat hingga kenaikan Yesus Kristus.

Selama ini, kata dia, pemerintah masih menggunakan nomenklatur 'Isa Almasih' ketika menyebut Hari Kenaikan Isa Almasih dan wafat Isa Almasih. 

Pada tahun 2024 mendatang, hari wafat Isa Almasih jatuh pada 29 Maret. Sementara, kenaikan Isa Almasih akan jatuh pada tanggal 9 Mei 2024.

Sebelumnya, perubahan nomenklatur tersebut pernah diwacanakan pada tahun 2022 lalu ketika Menag Yaqut Cholil Qoumas menghadiri pertemuan bersama para uskup di beberapa wilayah di Indonesia yang digelar di aula Catholic Center Keuskupan Amboina.

Saat itu, Menag mendapat aspirasi dan masukan dari para uskup terkait perubahan istilah untuk mengganti nama hari libur Kenaikan dan Wafat Isa Almasih menjadi Kenaikan dan Wafat Tuhan Yesus.

Namun, usulan itu belum terealisasi, meski pun Menag sempat dituding telah menyepakati usulan perubahan nama nomenklatur tersebut kala itu.

Isa Almasih dalam Perspektif Kristen

Isa Almasih menjadi sosok sentral dalam keyakinan umat Kristen. Dalam Alkitab, Isa Almasih, yang juga dikenal sebagai Yesus, diyakini sebagai Anak Allah yang mengorbankan diri-Nya dengan disalibkan untuk menebus dosa manusia.

Bagi umat Kristen, Yesus adalah Mesias dan Kristus, yang artinya 'Yang Diurapi,' sebagaimana dinubuatkan dalam kitab Perjanjian Lama. 

Yesus Kristus dilahirkan melalui Roh Kudus dan lahir di Betlehem dari seorang perawan bernama Maria, yang bertunangan dengan Yusuf, sebagaimana tertulis dalam keempat Kitab Injil.

Dalam silsilahnya, Yesus adalah keturunan Abraham melalui Daud, melalui garis nenek moyang Yusuf. Setelah kelahirannya, Ia dianggap sebagai Raja Orang Yahudi dan menerima hadiah dari orang-orang Majus dari Timur.

Kabar kelahiran Yesus sampai kepada Raja Herodes, yang kemudian memerintahkan pembunuhan semua bayi laki-laki di Betlehem.

Namun, keluarga Yusuf selamat setelah menerima peringatan dari malaikat Allah melalui mimpi, dan mereka melarikan diri ke Mesir.

Yesus menghabiskan masa kecilnya di Nazaret, Galilea. Ketika dewasa, Ia dibaptis oleh Yohanes Pembaptis, dan Roh Kudus turun atas-Nya.

Selama karya pelayanan-Nya, Yesus mengajar di berbagai tempat setelah mengalami masa berpuasa dan pencobaan di Gurun Yudea.

Dalam perjalanan pelayanan, Yesus mengumpulkan murid-murid pertama yang mendampingin-Nya sekaligus menjadi peletak dasar dari gereja awal.

Yesus melakukan berbagai mujizat selama pelayanan-Nya, mulai dari mengubah air menjadi anggur di Kana hingga menghidupkan Lazarus yang telah meninggal, sebagaimana dicatat dalam Injil Yohanes 11:39-44.

Puncak pelayanan Yesus adalah ketika Ia memasuki Yerusalem, membersihkan Bait Allah, dan mengadakan Perjamuan Kudus bersama para murid-Nya.

Pada saat yang sama, Yesus mengetahui penderitaan yang akan dihadapinya dan berdoa di Taman Getsemani, sebelum akhirnya ditangkap karena pengkhianatan Yudas, salah satu murid-Nya.

Kitab Suci mencatat bahwa Yesus diadili oleh Sanhedrin, Herodes, dan Pilatus, sambil menerima ejekan dan penyiksaan oleh prajurit, hingga meletakkan mahkota duri di atas kepala-Nya sebelum disalibkan.

Pilatus memutuskan untuk menyalibkan Yesus di bukit Golgota, di mana Ia memikul salib berat dan dibantu oleh Simon dari Kirene. Di sana, Yesus tetap mendapat ejekan dan hinaan. Ia kemudian diberi minuman sebelum pakaian-Nya diundi oleh prajurit.

Di bukit Golgota, yang juga dikenal sebagai Kalvari, Yesus disalibkan bersama dengan dua orang penyamun. Salah satunya mencemooh-Nya, sedangkan yang lainnya membela-Nya.

Pada hari yang sama, Yesus wafat, dan seketika tirai besar di dalam Bait Allah terbelah, serta gempa bumi terjadi sehingga makam-makam terbuka. Prajurit mengecek apakah Yesus sudah meninggal dengan menikam lambung-Nya.

Setelah memastikan kematian-Nya, Yusuf dari Arimatea meminta izin untuk menguburkan-Nya. Sesuai perintah Pilatus dan permintaan para imam kepala Yahudi, makam tersebut disegel dengan sebuah batu besar yang ditempatkan di pintu masuk dan dijaga oleh pengawal.

Tiga hari kemudian, Yesus bangkit dari kubur dan menampakkan diri beberapa kali kepada murid-murid-Nya. Bagi umat Kristen, kebangkitan-Nya adalah bukti kemenangan atas maut dan merupakan dasar iman dan pengharapan akan kehidupan kekal.

40 hari setelah kebangkitan-Nya, Yesus naik ke surga dan menjanjikan Roh Kudus sebagai Penolong dan Penghibur bagi pengikut-Nya. Nubuat dalam Perjanjian Baru menyatakan bahwa Yesus akan datang kembali ke dunia pada akhir zaman.

Dalam Injil Yohanes 1:1-14, Yesus juga dijelaskan sebagai Allah yang menjelma menjadi manusia dan disebut sebagai Anak Allah.

Editor: Andy Tandang
TAG :
Baca Juga
LIPUTAN KHUSUS