Pemuda Pancasila Berikan Ultimatum ke Junimart Girsang

Pemuda Pancasila Berikan Ultimatum ke Junimart Girsang

Sondang | Politik | 25-11-2021

PARBOABOA, Jakarta – Ormas Pemuda Pancasila (PP) baru saja mendemo Gedung DPR RI di Senayan, Jakarta Pusat pada Kamis (25/11) siang. Mereka menuntut Politisi PDI Perjuangan, Junimart Girsang untuk minta maaf usai mengatakan hal yang menyinggung organisasi tersebut.

Namun, hal yang diinginkan PP belum tercapai meski sudah berdemo. Mereka kemudian membuat ultimatum kepada Junimart Girsang untuk meminta maaf dalam waktu 3x24 jam. Jika tidak, mereka akan mengelar demo lagi.

"Kami tetap akan melaksanakan aksi lanjutan sebelum adanya permintaan maaf dari Junimart Girsang, jadi saya juga sudah ingatkan dengan teman-teman yang lain kita melakukan beberapa ultimatum. Dalam 3x24 jam Jika Junimart Girsang tidak melakukan permintaan maaf secara terbuka, maka kami akan tetap melaksanakan aksi damai kami," kata Sekjen Pemuda Pancasila, Arif Rahman pada Kamis (25/11).

Arif mengatakan, pihaknya berharap agar Junimart datang secara langsung ke sekretariat Pemuda Pancasila untuk berdialog. Dia mengatakan PP merasa tersinggung dengan pernyataan Junimart.

"Supaya beliau bisa datang paling tidak kesekretariatan kami di Pejaten Barat untuk berdialog dan melakukan permintaan maaf kepada kami yang notabene merasa tersinggung dengan statement beliau, yang memang meminta untuk tidak diperpanjang lagi kepengurusan Izin dari Pemuda Pancasila dan bahkan ada wacana pembubaran," ucapnya.

Arif meminta Junimart untuk meminta maaf secara terbuka kepada publik melalui media. Arif menilai pernyataan Junimart di media lah yang menjadi pemicu kekecewaan pihaknya.

"Melakukan permohonan maaf secara terbuka, baik di media online cetak maupun televisi. Karena beliau kan kemarin cukup banyak menyebarkan berita-berita, hampir semua media tersebar dari Junimart, mengenai bagaimana PP itu digambarkan sangat buruk, akibat bentrokan di Kedoya," ucapnya.

Arif menegaskan, kerusuhan yang terjadi di Kedoya merupakan perbuatan oknum bukan atas nama organisasi. Sehingga menurutnya, tidak pantas jika Junimart lantas berbicara organisasi Pemuda Pancasila untuk bubar.

"Itu yang sedang kita evaluasi bersama dan kita sedang ikuti bersama. Seharusnya kan itu oknum bukan organisasi. Apakah kalau ada anggota partai yang jadi Bupati gubernur atau menteri yang korupsi, terus kita harus menyatakan bahwa partainya bubarkan? kan tidak," ujar Razman.

"Kita juga berharap Jangan ceroboh dalam membuat statement karena ini sangat sensitif sekali. Karena kami Pemuda Pancasila bukan organisasi kecil, kita organisasi besar yang memang tingkat nasional dan memang kami lahir sejak tahun 59, sudah 62 tahun dan kami adalah bagian dari panggilan sejarah kami didirikan oleh beberapa jendral. Jadi kami sangat tersinggung sekali dengan pernyataan Junimart Girsang," lanjut Razman.

Permintaan Maaf Junimart Girsang

Sebelumnya, Junimart telah menyampaikan permintaan maaf melalui media massa, terkait ucapannya yang dianggap telah menyinggung Pemuda Pancasila. Junimart menjelaskan, bahwa tidak ada sama sekali dalam pernyataannya yang meminta agar Kemendagri untuk membubarkan PP.

"Tidak ada statement saya menyatakan agar Kemendagri membubarkan PP sebagai Ormas yang berskala nasional," tuturnya.

Junimart mengatakan, permintaan maaf ini lantaran dirinya menjunjung tinggi kedamaian antar sesama. Sehingga dia lebih memilih meminta maaf kepada keluarga besar PP.

“Namun demikian apabila saya dipersalahkan karena tanggapan itu, sebagai manusia beriman saya minta maaf kepada keluarga PP,” ujar Junimart.

Namun massa menganggap permintaan maaf itu tidak tulus dan masih bernuansa politis.

Ucapan Junimart Girsang Terkait Ormas

Junimart Girsang meminta Kemendagri untuk mencabut izin dari organisasi masyarakat yang menciptakan keresahan di tengah masyarakat. Hal ini disampaikannya untuk menanggapi sejumlah bentrokan yang melibatkan ormas di berbagai daerah.

Junimart menegaskan bahwa salah satu tujuan ormas dibentuk dan diberi izin adalah demi membantu pemerintah menjaga ketertiban umum.

"Apabila masih tetap menimbulkan keresahan di masyarakat, baik itu pungli maupun bentrokan antarormas, Kemendagri bisa mencabut izinnya atau tidak memperpanjang perizinan," kata Junimart, Minggu (21/11).

 Dalam pernyataan tersebut, Junimart tidak menyoroti secara langsung nama sebuah ormas. Namun Pemuda Pancasila menganggap pernyataan tersebut menyinggung dan merupakan pesan tersirat untuk pembubaran Pemuda Pancasila.

Tag : pemuda pancasila, junimart girsang, ormas, demo, ultimatum, pp

Berita Terkait