Buaya Berkalung Ban di Palu Akhinya Berhasil Ditangkap dan Diselamatkan

Evakuasi buaya berkalung ban di Palu (dok istimewa)

PARBOABOA, Palu - Buaya berkalung ban di Sungai Palu yang sempat viral di media sosial sejak tahun 2016 lalu akhirnya bisa diselamatkan, kemarin pada Senin (7/2).

Masyarakat mungkin masih mengingat cerita buaya di sungai Palu yang lehernya terlilit dengan ban motor. Video penampakan buaya ini dibagikan masyarakat sekitar sungai di media sosial dan menjadi viral.

Banyak yang mencoba untuk menangkap buaya tersebut, namun selama bertahun-tahun tidak berhasil. Bahkan pengisi acara dalam salah satu program di National Geographic Matthew Nicholas Wright alias Matt Wright juga pernah tertarik untuk menangkap buaya tersebut. Matt sudah dua kali membuat perangkap untuk menangkap buaya tersebut, namun, gagal. Hal yang sama juga pernah dilakukan Panji Petualang pada tahun 2018 lalu, hasilnya juga gagal.

Namun seorang pria bernama Hili (35) warga yang tinggal di Kota Palu, Sulawesi Tengah, berhasil menjerat buaya tersebut. Untuk menangkap buaya tersebut, Gili melemparkan umpan seekor ayam yang terikat tali ke sungai sekitar. Ujung tali lainnya diikat pada batang kayu besar yang ada di sekitar sungai untuk memudahkannya menarik buaya saat umpan itu berhasil dimakan.

Selama berminggu-minggu, umpan yang dilemparkan oleh Gili tidak berhasil untuk menjerat buaya legendaris tersebut, namun karena dia tak menyerah buaya akhirnya terjerat.

Setelah terjerat, Gili bersama sekitar 50 orang warga sekitar kemudian beramai-ramai membantu menarik buaya ke darat. Kemudian badannya dililit tali dan matanya ditutup menggunakan kain. Setelahnya ban yang ada di leher buaya tersebut di gergaji hingga lepas. Beruntung tidak ada yang menjadi korban saat penangkapan buaya ini.

Setelah ban berhasil di lepaskan, masyarakat bersama Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan Kota Palu serta Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) Sulawesi Tengah melepaskan kembali buaya tersebut ke habitatnya di Sungai Palu.

Meskipun tinggal di sungai yang cukup sering digunakan masyarakat, buaya tersebut tidak pernah menggangu masyarakat sekitar. Gili mengatakan jika dia hanya merasa kasihan dengan jeratan ban di leher buaya tersebut, sehingga dia berinisiatif untuk melepaskannya.

"Saya memang mau menangkapnya karena kasihan. Buaya itu terlilit ban selama bertahun-tahun," ucap Gili, Senin (7/2).

Keberhasilan Gili ini kemudian menuai pujian dari masyarakat sekitar, yang menyebut dirinya lebih hebat dari Panji Petualang. Bahkan untuk semua umpan dan membeli tali untuk menjerat buaya ini menggunakan uang pribadinya.

Editor: -
TAG :
Baca Juga
LIPUTAN KHUSUS