Memahami Perbedaan Elektabilitas dan Popularitas: Apa Fungsinya dalam Politik?

Ilustrasi Memahami Elktabilitas dan Popularitas dalam Politik. (Foto:Parboaboa/NorbenSyukur)

PARBOABOA, Jakarta – Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) 2024 hampir tiba. Setiap calon, dituntut untuk melakukan kampanye.

Tujuan utamanya adalah untuk meningkatkan elektabilitas dan popularitas.Lantas, apa itu elektabilitas dan popularitas?

Banyak yang beranggapan, keduanya memiliki arti yang sama. Tetapi sesungguhnya keduanya berbeda.

Secara singkat, elektabilitas adalah tingkat keterpilihan seseorang atau partai politik.

Sedangkan popularitas dapat diartikan sebagai tingkat keterkenalan seorang calon.

Kedua istilah tersebut juga memiliki fungsi penting jika ditinjau dari perspektif politik.

Berikut penjelasan lengkap terkait perbedaan kedua istilah tersebut.

Pengertian Elektabilitas dan Popularitas

Elektabilitas

Menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI), elektabilitas berarti keterpilihan.

Lebih lanjut, jika dikaitkan dengan politik, elektabilitas adalah kemampuan atau kecakapan untuk dipilih menduduki suatu jabatan dalam pemerintahan.

Dalam situs Political Dictionary, dijelaskan bahwa elektabilitas mengacu pada persepsi kemampuan seorang calon atau kandidat untuk memenangkan kontestasi pemilu.

Adapun penilaiannya diukur oleh pemilih, anggota partai, pakar politik, dan media.

Beberapa hal yang mempengaruhi elektabilitas seseorang adalah:

- Kelebihan pribadi (karisma, kredibilitas, kepercayaan, keterkaitan dengan pemilih)

- Posisi (ideologi dan kebijakan kandidat mesti selaras dengan kebutuhan pemilih)

- Pengalaman (rekam jejak, prestasi, dan pengalaman relevan lainnya)

- Persepsi publik (cara seorang kandidat digambarkan di khalayak umum, misalnya seperti agamis, santai, dan lain sebagainya)

- Barometer demografi (hal ini berkaitan dengan, apakah seorang calon dapat diterima di berbagai usia, jenis kelamin, etnis, maupun status sosial)

- Sumber dana kampanye (dukungan dari partai dan organisasi yang kuat dapat meningkatkan elektabilitas seorang calon)

Berdasarkan laman resmi Fakultas Bisnis, Hukum, dan Ilmu Sosial Umsida, secara sederhana, elektabilitas adalah istilah untuk mengukur apakah seorang kandidat atau partai politik berpotensi untuk mendapat dukungan dari pemilih.

Popularitas

Menurut KBBI, popularitas diartikan sebagai kepopuleran atau tingkat kepopuleran.

Menurut Britannica Dictionary, popularitas didefinisikan sebagai kondisi di mana seseorang atau sesuatu disukai, diterima, atau diakui oleh banyak orang.

Selain itu, Suardi dalam artikelnya yang berjudul Mencermati Pilihan Rakyat antara Popularitas dan Integritas Semu di Jurnal Risalah, menyebutkan bahwa popularitas adalah faktor penting yang sering menjadi target utama berbagai partai politik.

Partai-partai tersebut melihat popularitas sebagai cara untuk mengangkat elektabilitas.

Oleh karena itu, tidak heran jika saat ini, banyak partai politik yang bersikap instan dengan mengambil kandidat populer, seperti pejabat, selebriti, hingga pengusaha sebagai calonnya.

Sebagai catatan popularitas ternyata dapat dicapai dengan dua cara, yaitu cara baik dan cara buruk.

Maksudnya adalah seseorang dapat menjadi populer akibat tindakannya, tidak peduli apakah itu hal yang positif atau negatif.

Sebagai contoh, bandar narkoba dan pendakwah agama di tempat terpencil. Keduanya bisa berpeluang populer, walaupun dalam konteks yang bertentangan.

Intinya, elektabilitas adalah tingkat keterpilihan seorang kandidat atau partai politik, sedangkan popularitas adalah tingkat keterkenalan seorang kandidat. Apakah keduanya berkaitan? Tentu saja.

Salah satu cara untuk meningkatkan persentase elektabilitas adalah dengan mengantongi popularitas yang tinggi.

Ada kalanya seorang kandidat memiliki elektabilitas tinggi, tetapi tidak populer, sehingga tidak terpilih.

Sebaliknya, ada kalanya seorang yang populer mencoba mencalonkan diri sebagai anggota legislatif, tetapi karena tidak memiliki elektabilitas yang bagus, ia juga tidak memenangi pemilihan.

Fungsi dalam Kacamata Politik

Dalam politik, seorang yang memiliki elektabilitas serta popularitas tinggi memiliki kesempatan lebih besar untuk memenangkan pemilu. Mengapa demikian?

Seorang dengan elektabilitas tinggi berarti tingkat keterpilihannya oleh masyarakat juga tinggi.

Namun, kondisi ini tidak akan berguna jika ia tidak memiliki popularitas. Karenanya, ia juga memerlukan popularitas yang tinggi.

Singkat kata, elektabilitas dan popularitas tinggi dari seorang calon akan memudahkannya memenangkan hati masyarakat dan, dengan demikian, memenangkan pemilihan umum.

Demikian penjelasan mengenai elektabilitas serta popularitas, lengkap dengan fungsinya dalam politik. Semoga bermanfaat!

Editor: Norben Syukur
TAG :
Baca Juga
LIPUTAN KHUSUS