Perebutan Kursi Gubernur Sumut Memanas: Musa Rajekshah Ambil Langkah Besar dengan PDIP

Ilustrasi pemilihan yang semakin memanas. (Foto: PARBOABOA/Fika)

PARBOABOA, Medan – Mantan Wakil Gubernur Sumatera Utara, semakin serius menyiapkan diri untuk Pemilihan Gubernur Sumatera Utara (Pilgubsu) 2024.

Dalam langkah strategis yang menghebohkan, timnya baru-baru ini mengambil formulir pendaftaran calon gubernur melalui PDIP Sumut.

Tidak berhenti di situ, tim Ijeck, sapaan akrab Musa Rajekshah, juga mendatangi DPW PKS Sumut untuk tujuan serupa.

Proses pengambilan formulir ini diwakili oleh beberapa tokoh penting dari Golkar Sumut, seperti Sekretaris Datok Ilhamsyah, Ketua Bappilu Palacheta Subianto, Ketua KPPG Melanie Armelia Desky, dan Wakil Sekretaris Pemenangan Pemilu Rini Utami Mallynur.

Kedatangan tim Ijeck ke markas PDIP dan PKS ini dipandang sebagai langkah yang akan memanaskan mesin politik Pilgubsu 2024.

Pengamat Politik Sumatera Utara, Sohibul Anshor Siregar, menyatakan bahwa Pilgubsu kali ini menunjukkan dinamika yang sangat menarik dengan berbagai tokoh dan calon yang menunjukkan minatnya, termasuk Ijeck yang mengambil formulir pendaftaran di PDIP Sumut.

Menurutnya, dengan hasil Pemilu 2024, PDIP memiliki posisi penting dalam proses rekrutmen kandidat eksekutif untuk periode mendatang, termasuk Pilgubsu.

"Ijeck yang mencalonkan diri melalui PDIP menunjukkan adanya perubahan strategi politik," ujar Sohibul Anshor Siregar kepada PARBOABOA, Senin (20/05/2024).

Ia menjelaskan bahwa langkah Ijeck ini menandakan niatnya untuk mendapatkan dukungan yang lebih luas dan basis massa yang solid dari partai besar seperti PDIP.

Ijeck, yang juga Ketua DPD Golkar Sumut, sedang berupaya untuk memperkuat posisinya di tengah persaingan politik yang sengit.

Pilgubsu 2024 berpotensi menjadi salah satu pemilihan gubernur yang paling kompetitif dan dinamis dalam beberapa tahun terakhir.

Dengan munculnya berbagai calon potensial dan isu krusial yang harus ditangani, masyarakat Sumut diharapkan dapat memilih pemimpin yang tidak hanya berkompeten dan memiliki integritas tinggi, namun juga visi yang jelas untuk memajukan Sumatera Utara.

Sohibul menyoroti beberapa isu krusial yang akan dihadapi Ijeck, seperti ekonomi dan kesejahteraan, pengembangan infrastruktur, serta pemulihan ekonomi pasca pandemi Covid-19.

Selain itu, dalam hal pembiayaan pembangunan, Sumatera Utara memerlukan diplomasi politik ke pusat terkait pembagian anggaran yang selama ini dinilai kurang adil.

Ijeck disarankan untuk membentuk aliansi politik yang strategis dan memanfaatkan kampanye digital guna menarik pemilih muda dan meningkatkan partisipasi pemilih secara keseluruhan.

Dukungan dari partai besar seperti PDIP bisa memberikan keuntungan signifikan bagi calon dalam meraih suara.

Selain itu, dukungan nasional dari tokoh dan partai politik di tingkat pusat juga diharapkan dapat memberikan dampak besar terhadap dinamika Pilgubsu.

Masyarakat Sumatera Utara saat ini mengharapkan pemimpin yang memiliki visi jangka panjang untuk memajukan provinsi ini dan mampu mengatasi berbagai tantangan lokal dengan solusi inovatif.

Sementara itu, seorang Dosen Komunikasi dari salah satu universitas swasta di Medan, Reviza Putra Syarif, mengatakan bahwa langkah Ijeck untuk maju melalui PDIP dan PKS akan membuat Pilgubsu 2024 semakin panas.

Dengan dua rekomendasi dari Golkar, suara partai tersebut bisa terpecah antara Bobby Nasution dan Musa Rajekshah.

Meski begitu, Reviza menegaskan bahwa peran Musa Rajekshah bagi Golkar Sumut sangat signifikan, mengingat kemenangan partai di Sumatera Utara merupakan hasil kerja keras Ijeck sebagai ketua.

"Pilgubsu akan semakin panas, dua incumbent akan bertarung melawan titipan kekuasaan. Kali ini kita sebagai masyarakat Sumut harus jeli dalam menjatuhkan pilihan," tegasnya.

Editor: Fika
TAG :
Baca Juga
LIPUTAN KHUSUS