Perry Warjiyo Terpilih jadi Gubernur BI, Komisi XI Beri Catatan

Gubernur BI, Perry Warjiyo pada pertemuan tahunan Bank Indonesia 2022 di Jakarta, Rabu (30/11/2022). (Foto: Dok. Bank Indonesia)

PARBOABOA, Jakarta - Komisi XI DPR RI melakukan uji kepatutan dan kelayakan (fit and proper test) terhadap Calon Gubernur Bank Indonesia (BI) Perry Warjiyo Periode 2023-2028, pada Senin (20/03/2023).

Hasil seleksi menyepakati bahwa Perry Warjiyo kembali menjabat sebagai Gubernur BI Periode 2023-2028. Menanggapi hal tersebut, Anggota Komisi XI DPR RI Puteri Komarudin memberikan sejumlah catatan terhadap kepemimpinan Gubernur BI ke depan.

Menurutnya, situasi ekonomi global masih diselimuti ketidakpastian yang tinggi dan kemungkinan tantangannya juga akan lebih berat. Karena itu, ia meminta agar Gubernur BI dapat melakukan mitigasi terhadap dampak persoalan tersebut guna menjaga stabilitas perekonomian Indonesia.

“Situasi ekonomi global masih diselimuti ketidakpastian yang tinggi. Bahkan ke depan tantangan kian berat. Mulai dari perlambatan ekonomi global, inflasi dunia yang tinggi, tren kenaikan suku bunga, dolar AS yang kuat, hingga tekanan arus modal keluar,” kata Putri Komarudin dalam catatannya dalam acara itu di Kompleks Parlemen, Jakarta, Senin (20/3/2023) dilansir pemberitaan parlemen.

“Sebagai nahkoda otoritas moneter, Ini yang jadi tugas bagi Gubernur BI untuk mitigasi dampak rambatan gejolak tersebut guna menjaga ketahanan perekonomian domestik,” sambungnya.

Dalam catatannya, ia meminta agar BI bersinergi dengan otoritas lain dalam merumuskan bauran kebijakan yang mendorong percepatan pemulihan ekonomi nasional. Sebab, selama ini bauran kebijakan BI juga sangat membantu ekonomi kita cepat pulih setelah melewati titik kritis akibat krisis pandemi.

Terlebih, lanjutnya, peran BI juga semakin diperkuat melalui UU Pengembangan dan Penguatan Sektor Keuangan (PPSK) untuk mendukung pertumbuhan ekonomi yang berkelanjutan.

Selain itu, Putri juga menyoroti terkait dengan rencana pembangunan Rupiah digital dalam proyek garuda yang dikembangkan oleh BI.

“Harus dipastikan proyek ini nantinya memperhatikan betul kesiapan masyarakat. Karena di daerah pemilihan saya, masih banyak masyarakat yang belum melek digital. Artinya, faktor literasi digital ini juga harus dipersiapkan dari sekarang,” pungkasnya.

Terakhir, ia berpesan agar Gubernur BI, Perry Warjiyo terus menghasilkan inovasi dan terobosan guna mewujudkan visi sebagai bank sentral digital terdepan.

Sebagaimana diketahui, Perry Warjiyo saat ini masih menjabat sebagai Gubernur BI. Namun, masa jabatannya itu akan segera berakhir pada Mei 2023.

Kemudian, setelah disetujui menjadi Gubernur BI selanjutnya, maka Perry Warjiyo dipastikan kembali menjabat hingga tahun 2028.

Editor: Maesa
TAG :
Baca Juga
LIPUTAN KHUSUS