Politik Identitas sudah Usang, Siti Zuhro: Jangan Sampai Apa yang Terjadi di Jakarta Terulang

Siti Zuhro, akademisi sekaligus peneliti senior Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (LIPI) berharap agar partai politik dan tim sukses tak lagi menggunakan praktik-praktik politik identitas, seperti yang sudah pernah terjadi pada pemilu daerah DKI Jakarta beberapa tahun silam. (Foto: Parboaboa/Reka)

PARBOABOA, Jakarta - Gerilya politik jelang Pemilu 2024 tak lagi bisa dihindari, beberapa partai bahkan tokoh yang digadang-gadang bakal jadi calon peserta pemilu, tengah bergerilya melakukan pelbagai kampanye berkedok kunjungan. Aksi saling colong start, tak sedikit kita jumpai baik di acara-acara luring maupun daring. 

Menanggapi hal tersebut, Siti Zuhro, akademisi sekaligus peneliti senior Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (LIPI) berharap agar partai politik dan tim sukses tak lagi menggunakan praktik-praktik politik identitas, seperti yang sudah pernah terjadi pada pemilu daerah DKI Jakarta beberapa tahun silam. 

“Apa yang pernah terjadi pada pilkada kemarin kan memang khas DKI Jakarta, kami semua berharap jangan lagi ada politik identitas di antara kita semua, ini sudah usang,” tuturnya pada Parboaboa, Sabtu (25/3/2023). 

Ia menegaskan, jika politik identitas hanya melahirkan perpecahan alih-alih mempererat demokrasi. Menurutnya kampanye dalam pemilihan umum harusnya lebih mengedepankan prestasi dan pencapaian calon peserta pemilu. 

“Harusnya partai politik dan tim sukses tidak lagi menggunakan politik identitas sebagai kendaraan mereka, justru yang jarang sekali terdengar adalah prestasi para calon peserta pemilu itu sendiri,” pungkasnya. 

Zahro berpendapat, jika partai dan tim sukses lebih banyak mengedepankan prestasi dan pencapaian, ia yakin, ini akan berimbas pada situasi politik di Indonesia. Perpecahan akan terhindarkan, dan yang lebih penting tidak ada korban dalam praktik pemilihan umum mendatang. 

Editor: Bina Karos
TAG :
Baca Juga
LIPUTAN KHUSUS