PPP sebut Bakal Ada 1 Parpol yang Gabung KIB

Ketua Umum PAN Zulkifli Hasan (kiri), Ketua Umum Partai Golkar Airlangga Hartarto (tengah) dan Plt Ketua Umum PPP Mardiono (kanan) pada pertemuan Koalisi Indonesia Bersatu (KIB) membahas kriteria-kriteria nama bacapres dan bacawapres di kawasan Menteng, Jakarta Pusat, Rabu (30/11/2022). (Foto: Instagram/golkar.indonesia)

PARBOABOA, Jakarta - Ketua DPP Partai Persatuan Pembangunan (PPP) Achmad Baidowi mengungkapkan jika bakal ada satu partai politik (parpol) yang bergabung dengan Koalisi Indonesia Bersatu (KIB).

Baidowi menyebutkan bahwa peluang bergabungnya parpol tersebut adalah 95 persen. Kendati demikian, ia enggan untuk mengungkapkan partai mana yang akan bergabung itu.

"Ada, tapi enggak perlu kami sebutkan dulu, sedang penjajakan dan kira-kira sudah 95 persen lah untuk bisa bergabung dengan kami," kata Awiek dalam keterangannya di Kantor DPP PPP, Menteng, Jakarta Pusat, Minggu (05/02/2023).

Ia menyatakan kalau partai politik yang akan bergabung dengan KIB itu diharuskan mengikuti aturan yang telah terlebih dahulu ditetapkan oleh pihaknya. Namun, jika partai tersebut memiliki aspirasinya, kata Baidowi, KIB mempersilahkan untuk disampaikan.

"KIB sudah berproses sedemikian jauh. Ayo kalau mau gabung dari sini, bukan dari awal lagi. Apa yang sudah ada kami lanjutkan bersama-sama. Misal Anda memiliki aspirasi silahkan disampaikan," jelas Baidowi.

Sementara itu, Wakil Ketua Umum PPP Arsul Sani buka suara soal partainya dan KIB yang membuka diri dengan partai yang ingin bergabung.

Ia menyebutkan jika kolisi baru bisa saja terjadi karena sifatnya dinamis. Dimana bisa saja sebuah partai atau anggota koalisi yang masuk dan keluar dari KIB.

"Apa arti dinamis? Artinya di koalisi itu bisa tetap, kemudian bertambah, bisa juga berubah. Dalam arti ada yang kemudian keluar dan masuk ke koalisi yang lain," jelas Arsul dalam keterangannya di Kantor DPP PPP, Minggu, (05/01/2023).

Pernyataan itu diungkapkan sebab, koalisi-koalisi yang terbentuk saat ini merupakan koalisi yang belum memiliki kepastian.

"Saya kira di hari-hari mendatang, komunikasi yang menunjukkan dinamisnya koalisi itu akan terus berlangsung," tuturnya.

Apalagi, lanjutnya, partai terbesar, dalam hal ini PDIP, belum mengumumkan nama calon presiden untuk ajang Pemilihan Presiden (Pilpres) 2024.

"Partai terbesar belum kemudian juga mengumumkan siapa capresnya, maka siapapun yang disebut bakal capres saat ini ya juga masih bersifat fakultatif, bisa berubah juga," pungkasnya.

Editor: Maesa
TAG :
Baca Juga
LIPUTAN KHUSUS