Direktur Eksekutif Lembaga Survei Indikator Politik Indonesia Burhanuddin Muhtadi (rri.co.id)

Prabowo Menjadi Peringkat Pertama Ungguli Anies dan Ganjar Pada Hasil Survei Indikator Politik Indonesia

Dimas | Politik | 04-04-2022

PARBOABOA, Jakarta – Lembaga Survei Indikator Politik Indonesia, beberapa waktu lalu merilis hasil survei terkait elektabilitas para tokoh yang digaungkan akan bertarung pada pemilihan presiden 2024 mendatang. Hasil survei tersebut menunjukkan Ketua Umum Partai Gerindra, Prabowo Subianto menjadi peringkat teratas menggungguli Anies dan Ganjar.

Dalam survei tersebut, elektabilitas Prabowo yang mencapai 21,9 persen, menempatkan dirinya berada diposisi pertama. Selanjutnya, diikuti oleh Ganjar Pranowo yang mencapai 19,8 persen dan di urutan ketiga, ditempati Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan dengan elektabilitas mencapai 16,4 persen.

Namun, Direktur Eksekutif Indikator Politik Indonesia Burhanuddin Muhtadi menyebutkan bahwa keunggulan Prabowo tak berbeda jauh dengan Ganjar.

"Berdasarkan simulasi 33 nama ini, memang tidak ada calon yang dominan. Bahkan pak Prabowo yang unggul, unggulnya tidak signifikan dibanding Ganjar Pranowo," ujar Burhanudin dalam rilis temuan survei nasional yang tayang secara daring, Minggu (3/4/2022).

Selain itu, Burhanuddin Muhtadi juga mengatakan bahwa Indikator Politik Indonesia juga melakukan simulasi terhadap dua pasangan nama calon presiden dan calon wakil presiden untuk Pemilu 2024. Hasilnya, Prabowo yang dipasangkan dengan Ganjar menjadi nama paling unggul dengan meraup 51,1 persen.

Kemudian, Burhan memaparkan hasil survei simulasi 3 pasangan calon (paslon), dimana 3 nama capres unggulan dipasangkan dengan capres lainnya, yakni Anies–AHY (27.4%) vs Ganjar–Erick (32.2%) vs Prabowo–Puan (28.7%); Anies–AHY (27.1%) vs Ganjar–Airlangga (29.7%) vs Prabowo–Erick (31%); Anies–AHY (29.2%) Vs Ganjar – Puan (26.9%) Vs Prabowo–Erick (31.8%); dan Anies–Erick (26.2%) vs Ganjar–Airlangga (31.2%) vs Prabowo–Puan (29.4%).

"Poinnya, sejauh ini, karena capres tidak ada yang dominan, cawapres menjadi penting, tetapi cawapres yang ada kontribusinya beda-beda, ada yang kontribusinya lumayan, ada yang kontribusinya enggak jauh berbeda," ucap Burhan.

Terakhir, Burhan juga paparkan hasil survei simulasi dua pasangan nama, yaitu Anies–Erick (41,1%) vs Prabowo–Puan (38,9%); Ganjar-Erick (41,8%) vs Prabowo–Puan (39%); Ganjar–Puan (33,1%) vs Prabowo–Erick (47,5%); dan Ganjar-Anies (44,1%) vs Prabowo–Erick (39,7%).

"Simulasi 2 pasang, artinya partai mengerucut pada dua pasangan ini, lagi-lagi, dua pasang sekali pun tidak ada pasangan yang mendapatkan 50%, 20%-an masyarakat tidak tahu disodorkan pilihan semacam ini. Ini PR bahwa Belanda masih jauh, pemilu masih 2 tahun lagi, dengan asumsi pemilu tidak ditunda," kata Burhan.

Survei dilakukan pada 11-21 Februari 2022 dengan metode multistage random sampling yang melibatkan 1.200 orang responden. Margin eror kurang lebih 2,9 persen pada tingkat kepercayaan 95 persen.

Tag : #Pilpres 2024    #hasil survei indikator politik    #politik     #prabowo subianto    #ganjar pranowo    #anies baswedan    #capres 2024   

Baca Juga