Sri Mulyani Memprediksi Dunia Pasti Resesi Pada Tahun 2023

Menteri Keuangan Sri Mulyani dalam APBN Kita pada 27 Juli 2022 . (Foto: dok. Ekonomi.bisbis.com)

PARBOABOA, Jakarta – Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati mengatakan, naiknya suku bunga cuan bank sentral dapat mengakibatkan resesi (penurunan aktivitas ekonomi yang signifikan dalam waktu stagnan dan lama) terhadap ekonomi global tahun depan.

Perempuan yang akrab disapa Ani itui memaparkan, kenaikan harga komoditas telah meningkatkan inflasi global di beberapa negara maju, seperti Inggris, Amerika Serikat, bahkan Eropa.

"Prediksi inflasi bisa mencapai dobel digit. Eropa memasuki winter (musim dingin), kebuhan energi pasti naik. Sementara itu, pasokan energinya menjadi terkendala karena perang Rusia vs Ukraina," tukasnya.

Untuk suku bunga acuan bank sentral Inggris, Ani mengungkapkan sudah naik 200 basis poin selama 2022. Sedangkan suku bunga acuan di bank Amerika Serikat (AS) naik 300 bps sejak awal tahun.

"(Bunga acuan) AS sudah 3,25%, sudah naik 300 bps, ini terutama karena rapat September ini mereka menaikkan lagi dengan 75 bps. Ini merespons inflasi AS 8,3%," ungkapnya.

Sedangkan untuk negara berkembang, atau emerging markets, Ani mengatakan Brasil naik 450 Bps selama tahun ini. Sementara itu suku bunga acuan Bank Indonesia baru saja naik ke level 4,25%

Kondisi ini pasti menimbulkan dampak bagi pertumbuhan ekonomi. Untuk itu, Ani mengatakan bahwa kita perlu berantisipasi terhadap kinerja perekonomian dunia yang akan mengalami pelemahan akibat kenaikan suku bunga yang ekstrem ini.

"Kita perlu antisipasi terhadap kinerja perekonomian dunia yang akan mengalami pelemahan akibat kenaikan suku bunga secara ekstrem," ucapnya.

Editor: -
TAG :
Baca Juga
LIPUTAN KHUSUS