Saham Indosat Mendadak Anjlok Usai Umumkan Merger dengan Tri, Ada Apa Ya?

Saham Indosat Mendadak Anjlok Usai Umumkan Merger dengan Tri

PARBOABOA, Jakarta - PT Indosat Tbk (Indosat Ooredoo) resmi melakukan penggabungan bisnis (merger) dengan dengan PT Hutchison 3 Indonesia (H3I) atau Tri Indonesia.

Namun, saham PT Indosat Tbk atau ISAT mendadak merosot pada perdagangan Jumat, (17/9). Pada penutupan sesi I hari ini ISAT anjlok 4,56 persen ke level 6.800 pada pukul 11.25 JATS.

Saham ISAT sempat melesat 7,7 persen ke level 7.675. Namun, tak lama berselang saham dilego oleh investor dan sempat anjlok ke level 6.775 atau melemah 4,9 persen dari posisi penutupan sebelumnya.

Hari ini, investor asing mencatatkan penjualan bersih (net sell) senilai Rp13,61 miliar. Sedangkan sepanjang pekan ini atau sejak Senin (13/9) hingga Kamis (16/8), ISAT tercatat menguat 4 hari berturut-turut.

Analis Artha Sekuritas Indonesia Dennies Christoper Jordan menyebut pelemahan terjadi karena aksi ambil untung (profit taking) investor. Menurut dia, rumor merger sudah berlangsung cukup lama sehingga penguatan sudah cukup signifikan.

"Saya lihat investor cenderung buy on rumour dan sell on news (beli saat ada rumor dan jual saat resmi diberitakan)," jelasnya kepada CNNIndonesia.com, Jumat (17/9).

Secara jangka menengah dan panjang, Dennies melihat dampak merger terhadap kinerja perusahaan bakal cukup besar mengingat ISAT bakal menjadi operator telekomunikasi terbesar kedua di RI, setelah PT Telkom Indonesia (Persero) Tbk atau TLKM.

"Saya rasa baru akan benar-benar menguat setelah mergernya selesai dan keputusannya nanti setelah RUPS 22 November 2021," kata dia.

Sebelumnya, Merger ini ditandai dengan penandatanganan dari kesepakatan transaksi definitif untuk pengajuan penggabungan bisnis telekomunikasi masing-masing di Indonesia yang diumumkan pada Kamis (16/9). Perusahaan hasil merger akan diberi nama PT Indosat Oeredoo Hutchison Tbk (Indosat Ooredoo Hutchison).

Managing Director of Ooredoo Group Aziz Aluthman Fakhroo mengatakan penggabungan bisnis dilakukan agar dapat saling melengkapi dan menciptakan perusahaan telekomunikasi digital yang lebih kuat.

Ia mengatakan perusahaan hasil merger ini akan menjadi perusahaan telekomunikasi terbesar kedua di Indonesia. Manajemen memperkirakan pendapatan perusahaan tembus US$3 miliar per tahun.

Sementara, perusahaan memperkirakan rasio proses (run rate) tahunan sinergi sebelum pajak akan mencapai US$300 juta-US$400 juta dalam tiga hingga lima tahun ke depan.

Ooredoo Group mengempit 65 persen saham di perusahaan hasil merger. Artinya, Ooredoo menjadi pemegang saham pengendali.

Sementara, CK Hutchison menerima saham baru di Indosat Ooredoo sebesar 21,8 persen dari Indosat Ooredoo Hutchison. Lalu, PT Tiga Telekomunikasi akan menerima saham baru Indosat Ooredoo hingga 10,8 persen dari Indosat Ooredoo Hutchison.

Bersamaan dengan penggabungan ini, CK Hutchison akan mendapatkan 50 persen saham dari Ooredoo Asia dengan menukar 21,8 persen sahamnya di Indosat Ooredoo Hutchison untuk 33 persen saham di Ooredoo Asia.

Kemudian, CK Hutchison juga akan mendapatkan tambahan 16,7 persen kepemilikan di Ooredoo Group lewat transaksi senilai US$387 juga.

Menyusul transaksi tersebut, para pihak akan memiliki saham masing-masing 50 persen dari Ooredoo Asia, yang akan diberi nama baru, yaitu Ooredoo Hutchison Asia. Pada akhir transaksi, Indosat Ooredoo Hutchison akan dikendalikan secara bersama-sama oleh Ooredoo Group dan CK Hutchison.

Editor: -
TAG :
Baca Juga
LIPUTAN KHUSUS