Satgas Damai Cartenz 2023 Sita 13 Pucuk Senjata Api dan Ratusan Butir Amunisi

Satgas Damai Cartenz 2023 sita 13 pucuk senjata api dan ratusan butir amunisi dari kelompok bersenjata Tentara Pembebasan Nasional Papua Barat (TPNPB). (Foto: Polri)

PARBOABOA, Jakarta – Satuan Tugas Operasi Damai Cartenz 2023 telah mengamankan sebanyak 13 pucuk senjata api dan ratusan butir amunisi dari kelompok bersenjata Tentara Pembebasan Nasional Papua Barat (TPNPB) dalam periode Januari hingga April.

Kepala Satgas Operasi Damai Cartenz 2023, Kombes Faizal Ramadhani merinci, senjata api tersebut diamankan dari beberapa wilayah di Papua, yakni Kabupaten Jayapura sebanyak 4 senjata, Kabupaten Nduga 6 senjata, Kabupaten Puncak 2 senjata, dan Kabupaten Yahukimo 1 senjata.

Dalam kesempatan itu, Faizal menyatakan bahwa Operasi Damai Cartenz 2023 merupakan operasi penegakan hukum yang tegas dan terukur sebagai respon atas aksi TPNPB yang dinilai melakukan gangguankemanan terhadap masyarakat Papua.

“Polri dan TNI melalui Operasi Damai Cartenz tetap optimis memberantas TPNPB di Papua. Intinya, apa telah dicapai merupakan kerja keras TNI, Polri, pemerintah daerah, dan tokoh masyarakat dalam memberikan rasa aman dan nyaman kepada masyarakat,” kata Faizal, dikutip dari Jubi pada Selasa (2/5/2023).

Ia menambahkan, pihaknya juga telah menjalankan proses hukum terhadap 31 anggota TPNPB. Mereka ditetapkan sebagai tersangka dalam sejumlah penyerangan di Tanah Papua.

“Sejumlah 31 anggota TPNPB itu terlibat langsung dalam berbagi aksi kekerasan di Papua. Tidak menutup kemungkinan jumlah tersebut akan semakin bertambah, karena ada yang masih dalam proses penyidikan,” imbuhnya.

Sebelumnya, Panglima Tentara Nasional Indonesia (TNI), Laksamana Yudo Margono, telah meningkatkan status siaga tempur khusus di wilayah operasi Kelompok Kriminal Bersenjata (KKB).

Langkah ini diambil setelah adanya korban jiwa dalam upaya misi penyelamatan pilot Susi Air, Capt Philip Mark Merthens, di Nduga, Papua Pegunungan.

Salah satu prajurit TNI, Pratu Miftahul Arifin, gugur usai ditembak oleh KKB dan jatuh ke jurang sedalam 15 meter.

Empat prajurit lainnya juga mengalami luka tembak serta luka lainnya karena terjatuh saat menyelamatkan diri. Selain itu, empat prajurit TNI dinyatakan hilang hingga akhirnya ditemukan telah meninggal dunia.

“Dengan kondisi seperti ini, khususnya di wilayah tertentu kita ubah menjadi operasi siaga tempur,” kata Yudo dalam keterangannya kepada wartawan di Lapangan Udara Timika, Papua, Selasa, (18/04/2023).

Editor: Sondang
TAG :
Baca Juga
LIPUTAN KHUSUS