Sejumlah rumah di Purworejo terendam Banjir dan Longsor (Dok istimewa)

Sebanyak 38 Desa di Purworejo Dilanda Banjir dan Longsor, 1.518 Kepala Keluarga Harus Mengungsi

Wulan | Nasional | 17-03-2022

PARBOABOA, Purworejo - Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) mencatat banjir dan longsor sudah melanda sejumlah desa di Kabupaten Purworejo, Jawa Tengah, Rabu (16/3). Sebanyak 6.085 warga dari 1.518 kepala keluarga (KK) terpaksa mengungsi.

Peristiwa ini terjadi setelah hujan dengan intensitas lebat mengguyur sejumlah wilayah Kabupaten Purworejo yang menyebabkan lima sungai meluap, yakni Sungai Bogowonto, Sungai Blangu, Sungai Jali, Sungai Dulang, dan Sungai Kebang.

"Wilayah terdampak banjir mencakup 32 desa di 7 kecamatan. Sedangkan wilayah yang terdampak longsor ada 6 desa di 4 kecamatan," demikian dikutip dari siaran pers BNPB, Kamis (17/3).

BPBD Kabupaten Purworejo mengungkap, terdapat sekitar 11.115 jiwa dari 2.924 KK yang terdampak banjir dan yang terkena dampak dari longsor sebanyak 7 KK.

"Dari angka tersebut, sebanyak 6.085 jiwa dari 1.518 KK terpaksa harus mengungsi," ujar Plt. Kepala Pusat Data, Informasi dan Komunikasi Kebencanaan BNPB Abdul Muhari dalam siaran pers, Kamis (17/3).

Sebanyak 2.924 rumah terkena dampak banjir dengan ketinggian antara 80-100 cm. Selanjutnya, 7 rumah warga terkena dampak longsor serta ruas jalan di Desa Giyombang tertutup material yang menyebabkan mobilitas dan aktivitas warga terhambat.

Hasil dari yang didapat BPBD Kabupaten Purworejo menyebutkan 32 desa di 7 kecamatan terdampak banjir. Sedangkan 6 desa di 4 kecamatan terdampak longsor.

Adapun sejumlah wilayah yang terkena dampak banjir adalah Desa Wingkosangrahan, Desa Wingkomulyo, Desa Kaliwungukidul, Desa Tunjungan, Desa Wonoroto, Desa Ringgit, dan Desa Wingkosigromulyo di Kecamatan Ngombol.

Berikutnya Desa Dlangu, Desa Wironatan, Desa Klepu, Desa Kedungmulyo, Desa Rowodadi, dan Desa Langenrejo di Kecamatan Butuh. Selanjutnya Desa Tangkisan, Desa Pogungkalangan, Desa Pogulurutengah, Desa Kradegan, Desa Bayan, dan Desa Pogungrejo di Kecamatan Bayan.

Kemudian Desa Bapangsari di Kecamatan Bagelan, Desa Katerban di Kecamatan Kutoarjo, Desa Trimulyo, Desa Bendungan dan Desa Rowodadi di Kecamatan Grabag.

Lalu Desa Wonoyoso, Desa Tasikmadu, Desa Kendalrejo, Desa Sikambang, Desa Kalimati, Desa Tanjungrejo, Desa Petuguran dan Desa Sumber di Kecamatan Pituruh.

Sedangkan sejumlah wilayah yang terkena dampak longsor adalah Desa Kaliurip di Kecamatan Kemiri, Desa Kalisemo di Kecamatan Leano, Desa Plipiran, Desa Giyombong, dan Desa Watuduwur di Kecamatan Bruno, dan Desa Redin di Kecamatan Gebang.

BPBD Kabupaten Purworejo telah mengirimkan bantuan berupa nasi sebanyak 2.500-3000 bungkus kepada warga yang mengungsi maupun warga yang memilih bertahan di rumah masing-masing.

"Belum ada laporan mengenai jatuhnya korban jiwa, total kerugian masih dalam proses pendataan lebih lanjut," ujar Muhari ujar Muhari.

Diketahui, hujan dengan intensitas sedang maupun lebat disertai dengan petir masih akan mengguyur wilayah Kabupaten Purworejo sampai hari ini. Sedangkan, hujan dengan intensitas ringan dan sedang juga berpotensi terjadi sampai dua hari ke depan.

BPBD menghimbau kepada pemerintah dan masyarakat agar melakukan upaya seperti susur sungai, normalisasi Daerah Aliran Sungai (DAS), pembersihan lingkungan di sepanjang aliran sungai dan selokan.

Jika nantinya terjadi hujan dengan intensitas sedang dan lebat yang berlangsung selama kurang lebih 1 jam, seluruh masyarakat di sekitar lereng hingga lokasi yang dekat dengan sungai diminta untuk selalu waspada dan mengungsi ke tempat yang lebih aman.

Tag : #banjir    #longsor    #nasional    #purworejo    #bnbp    #abdul muhari    #banjir purworejo    #jawa tengah   

Baca Juga