Sentimen Pasar Memburuk, Rupiah dan IHSG Akan Diperdagangkan di Zona Merah

Rupiah dan IHSG akan diperdagangkan di zona merah hari ini. (Foto: THINKSTOCKS)

PARBOABOA, Jakarta - Kinerja pasar keuangan hari ini, Kamis (19/10/2023), kembali dibayangi tekanan besar seiring dengan  kinerja indeks bursa di kawasan Asia yang semakin memburuk. 

Sejumlah bursa di Asia dibuka dengan catatan merah yang mengkhawatirkan di tengah melandainya bursa saham Amerika Serikat (AS) beberapa waktu lalu.

Di sisi lain, pasar keuangan juga terus memburuk seiring imbal hasil Yield US Treasury 10 tahun yang melampaui angka 4,9%, dan sekaligus mencatatkan rekor tertinggi dalam 16 tahun terakhir.

Pengamat EKonomi, Benjamin Gunawan mengatakan, imbal hasil yang naik mengindikasikan adanya kemungkinan Gubernur The FED (Federal Reserve System) Adriana Kugler, akan memberikan testimony bernada hawkish yang berlawanan dengan harapan pasar pada malam nanti. 

"Hal tersebut akan sangat mempengaruhi kinerja pasar keuangan, karena sikap hawkish bisa diterjemahkan sebagai kemungkinan adanya kenaikan suku bunga acuan yang lebih banyak di masa yang akan datang," ungkap Benjamin kepada PARBOBOA, Kamis (19/10/2023).

Menurutnya, kondisi pasar global saat ini sedang dihantui oleh inflasi dan suku bunga acuan yang tinggi, yang dapat menekan pertumbuhan ekonomi di masa yang akan datang. 

Hal ini, kata dia, diperparah dengan eskalasi konflik di Timur Tengah yang berdampak pada melonjaknya harga minyak mentah dunia lebih dari tiga dolar AS per barel di awal perdagangan Asia pada Senin (9/10/2023) lalu.

"Hal ini membuat pasar kian pesimis dengan kemampuan masing- masing negara dalam meredam gejolak kenaikan inflasi belakangan ini," kata Benjamin.

IHSG dan Rupiah Melemah

Benjamin mengatakan, Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) diproyeksikan bergerak melemah pada Kamis (19/10/2023).

Sebelumnya, IHSG berakhir di zona merah pada level 6.9927,9 atau turun 0,17 persen (11,7 poin) pada penutupan Rabu (18/10/2023).

Sementara di sesi pembukaan perdagangan hari ini, IHSG mengalami tekanan di bawah level psikologis 6.900 setelah sempat dibuka melemah di level 6.911,13.  

"IHSG diproyeksikan akan melemah dalam rentang 6.850 hingga 6.910 pada perdagangan hari ini," ungkap Benjamin.

Selain itu, kata dia, Rupiah juga diproyeksi akan melemah dalam rentang 15.720 hingga 15.820 per US Dolar. Sejak pembukaan pasar spot pagi ini, Rupiah melemah di kisaran 15.815 per US Dolar.

Menurut Benjamin, hal ini juga sangat dipengaruhi oleh kebijakan Bank Indonesia (BI) dalam menetapkan besaran bunga acuan.

Namun, ekspektasi saat ini adalah bahwa BI akan mempertahankan tingkat suku bunga yang sama. 

"Ini berarti Rupiah mungkin akan kesulitan untuk melawan tekanan dari Dollar AS jika kebijakan tersebut tetap tidak berubah," kata dia.

Sementara itu, harga emas, kata Benjamin, mengalami kenaikan pada perdagangan pagi ini, mencapai level $1.948 per ons troy. 

Menurutnya, sekalipun ada kemungkinan adanya nada hawkish dari Gubernur The FED malam ini, "akan tetapi ancaman Iran ke Israel dimana perang bisa saja meluas ditafsirkan bahwa tensi konflik di Timur Tengah berpotensi untuk meningkat. Sehingga harga emas masih daam tren bullish" kata dia."

Editor: Andy Tandang
TAG :
Baca Juga
LIPUTAN KHUSUS