Tolak Peluru : Sejarah, Peraturan, Gaya Serta Teknik Pelaksanaan

Tolak Peluru (dok. istockphoto.com)

PARBOABOA - Beberapa olahraga dapat dijadikan sebagai permainan yang bisa dilakukan oleh orang banyak. Selain untuk menyehatkan serta membugarkan badan, olahraga yang dijadikan permainan akan terasa mengasyikkan dilakukan sebagai hobi.

Adapun contohnya adalah tolak peluru.

Siapa yang tak kenal akan olahraga ini. Di masa sekolah, permainan ini dijadikan pembelajaran olahraga yang mana tak hanya dimainkan saat kita masih menginjak bangku sekolah saja. Sudahkah kalian mengenal dalam tentang olahraga ini? Mari kita bahas.

SEJARAH

Menurut KBBI tolak peluru adalah olahraga dengan menolak peluru sejauh mungkin sesuai dengan aturan yang ada. Olahraga ini awalnya muncul dari kebiasaan masyarakat Yunani Kuno yang mana menolak peluru dengan menggunakan bebatuan.

Lalu pada abad pertengahan, para tentara melakukan gaya tolak peluru dengan menggunakan meriam. Dari sini awal dari cikal olahraga ini terjadi.

Setelah besar dan telah melakukan kejuaraan tolak peluru pertama kali pada tahun 1986, olahraga ini mengalami kemajuan yang pesat.

Disatu sisi lapangan tolak peluru memiliki bentuk yang cukup unik. Lapangan olahraga ini terdiri dua bagian yakni sektor pendaratan dan area lingkaran tolak.

PERATURAN

Bagi olahraga yang sudah dicantumkan menjadi cabang atletik, tolak peluru pasti mempunyai peraturan yang tercipta di dalamnya. Adapun beberapa peraturan dalam tolak peluru adalah sebagai berikut :

1. Berat peluru untuk atlet putra adalah 7,257 (7,26) kg atau 16 pon dengan diameter 125 mm, sementara untuk atlet putri beratnya adalah 4 kg atau 8,8 pon dengan diameter 103-105 mm.

2. Durasi bagi seorang atlet sejak namanya dipanggil hingga selesai melakukan lontaran dalam area terbatas selama 60 detik.

3. Atlet harus melempar peluru dalam area lingkaran berdiameter sekitar 2,134 meter, dilengkapi papan tumpuan setinggi 10 sentimeter di garis batasnya.

4. Peluru yang dilempar harus jatuh dalam sektor tujuan yang memiliki radius 34,92 derajat dari area lempar, agar tidak mengalami diskualifikasi.

5. Jika peluru jatuh di luar sektor lingkaran dalam pertandingan tolak peluru, maka pertandingan diperbolehkan.

6. Ketika melakukan lemparan, atlet hanya boleh menggunakan satu tangan dengan posisi lebih tinggi dari bahu.

7. Atlet dilarang keluar lingkaran sebelum peluru jatuh ke tanah. Atlet baru bisa meninggalkan lingkaran setelah peluru mendarat di area sasaran.

GAYA TOLAK PELURU

Ada beberapa gaya tolak peluru yang menjadi gaya resmi dari olahraga ini, yaitu :

1. Gaya Spin. Gaya ini mengandalkan kekuatan tubuh saat berputar sebanyak 360 derajat. Gerakan ini merupakan yang paling sering dilakukan oleh atlit profesional.

2. Gaya Ortodoks. Gaya ini sering disebut dengan gaya kuno dan juga gaya menyamping, karena awalan dari gerakan ini adalah menyamping dari sudut lemparan. Alasan disebut juga dengan gaya kuno karena gerakan dari gaya ortodoks ini digunakan oleh para pemula.

3. Gaya glide atau O’Brien. Pada gaya O'Brien, posisi badan atlet akan menghadap 180 derajat dari arah tolakan. Lalu berputar ke arah tolakan tepat sebelum menolak peluru. Nama lain gaya membelakangi pada tolak peluru juga disebut dengan istilah glide.

TEKNIK DASAR TOLAK PELURU

 Adapun teknik dasar yang harus diperhatikan oleh pemula untuk melakukan olahraga ini adalah sebagai berikut :

1. Teknik memegang peluru. Dalam memegang peluru, hal yang harus kalian perhatikan adalah telapak tangan kalian dan juga peluru yang dipegang. Peluru harus tepat pada dataran telapak tangan, digeser ke atas hingga ke ujung telapak tangan.

Kalian juga harus memperhatikan ruas jari, karena titik berat peluru berada pada ruas-ruas jari telunjuk, jari tengah, dan jari manis.

2. Teknik meletakkan peluru.

  • Arahkan peluru ke depan bahu melekat pada pangkal leher agar peluru tidak turun
  • Pastikan bagian peluru yang terletak di antara ibu jari dan jari telunjuk
  • Tempelkan peluru bagian atas pada pangkal dagu atau rahang bawah.
  • Posisikan lengan membantuk siku-siku.

3. Teknik menolak.

  • Bersamaan dengan memutar badan ke arah tolakan, siku ditarik serong ke atas agak ke belakang (ke arah samping kiri), pinggul dan pinggang serta perut didorong ke depan agak ke atas.
  • Dorong hingga dada terbuka menghadap ke depan serong ke atas arah tolakan. Dagu diangkat atau agak ditengadahkan, pandangan tertuju ke arah tolakan.
  • Saat dada menghadap ke arah tolakan, secepatnya peluru tersebut ditolakkan sekuat-kuatnya ke bagian depan atas arah tolakan, bersamaan dengan bantuan menolakkan kaki kanan.

4. Sikap Akhir

a. Setelah peluru yang ditolakkan atau didorong tersebut lepas dari tangan, secepatnya kaki yang dipergunakan untuk menolak itu diturunkan atau mendarat (kaki kanan) kira-kira menempati tempat bekas kaki kiri (kaki depan), dengan lutut agak dibengkokkan.

b. Kaki kiri (kaki depan) diangkat ke belakang lurus dan lemas untuk membantu menjaga keseimbangan.

c. Badan condong ke depan, dagu diangkat, badan agak miring ke samping kiri, pandangan ke arah jatuhnya peluru.

d. Tangan kanan dengan sikut agak dibengkokkan berada di depan sedikit agak di bawah badan, tangan/lengan kiri lemas lurus ke belakang untuk membantu menjaga keseimbangan.

Nah, cukup menarik untuk dicoba bukan? Sekian pembahasan tolak peluru yang dapat parboaboa rangkum untuk kamu, semoga artikel ini bermanfaat.

Editor: -
TAG :
Baca Juga
LIPUTAN KHUSUS