Unilever Akan Rampingkan Usaha, Ribuan Karyawan Akan Di PHK

Logo unilever (dok shutterstock.com)

PARBOABOA, Jakarta - Unilever salah satu perusahaan yang beroperasi di sejumlah negara di dunia termasuk di Indonesia, dikabarkan akan melakukan pemangkasan model usaha yang pada akhirnya membuat perusahaan harus melakukan Pemutusan Hubungan Kerja kepada 1.500 karyawannya secara global.

Dalam keterangan resminya, Unilever mengatakan jika pemangkasan karyawan ini rencananya akan dilakukan kepada manajemen senior dan menajemen junior. Namun tidak perlu khawatir, karena kebijakan ini tidak akan berpengaruh pada pekerja di pabrik.

Alan Jope, CEO Unilever menjelaskan model usaha Unilever yang baru didesain untuk menaikkan kinerja perusahaan, dimana Unilever akan memfokuskan usahanya pada lima grup bisnis yaitu produk kecantikan, perawatan pribadi, perawatan rumah, nutrisi, dan es krim. Kelima grup bisnis ini diyakini akan membuat perusahaan lebih responsif terhadap tren yang ada.

"Model organisasi baru kami telah dikembangkan selama setahun terakhir dan didesain untuk menaikkan kinerja perusahaan," kata Alan dalam keterangan resmi, Selasa (25/1).

Model usaha yang baru ini akan didukung oleh teknologi, sistem, dan proses yang akan mendorong keunggulan operasional di seluruh sektor bisnis perusahaan.

Namun berbeda dengan pengakuan dari CEO Unilever tersebut, sebuah laporan dari AFP menyebutkan jika pemecatan ini dilakukan sebagai imbas dari kegagalan perusahaan mengambil alih unit perawatan kesehatan yang dimiliki oleh kelompok GlaxoSmithKline (GSK) dan Pfizer.

Sebagai informasi, Unilever secara global telah menyediakan lapangan kerja bagi sekitar 150 ribu orang. Di Indonesia sendiri Unilever sudah mempunyai beberapa cabang perusahaan dengan produk yang cukup terkenal di pasaran seperti Dove, Ponds, Sunlight, Royco, Magnum, dan Rinso.

Editor: -
TAG :
Baca Juga
LIPUTAN KHUSUS