14.485 Warga Siantar Menerima Bantuan Tunai

Antrian BLT BBM (Foto : Parboaboa/Mei)

 

PARBOABOA - PT Pos Indonesia Kota Pematang Siantar akan menyalurkan bantuan langsung tunai (BLT) ke 14.485 orang yang terdampak kenaikan bahan bakar minyak (BBM). Di mana masing-masing penerima akan mendapatkan uang sebesar Rp500 ribu.

Pimpinan PT Pos Cabang Kota Pematang Siantar, Gilbert Sirait mengatakan, bantuan uang tunai dalam bentuk (BLT) dan sembako di periode September 2022.

“Kalau di Pematang Siantar, tercatat ada sekitar 14.485 orang penerima BLT, di mana itu semua sudah di data dari Kecamatan yang ada, mulai dari Siantar Martoba, Siantar Marimbun, Siantar Selatan, Siantar Sitalasari, Siantar Timur, Siantar Utara, Siantar Barat, dan Siantar Marihat,” jelasnya pada Sabtu (10/9).

Dikatakan Gilbert, besaran nominal yang didapat per orangnya sebesar Rp500 ribu, terdiri dari Rp300 ribu untuk BLT BBM dan Rp200rb merupakan bantuan sosial sembako untuk periode September,” katanya.

Gilbert juga menjelaskan bahwa mereka yang mendapat BLT ini memang golongan penerima Program Keluarga Harapan (PKH), Bantuan Pangan Non Tunai (BPNT) atau mereka yang sudah terdata di Data Terpadu Kesejahteraan Sosial (DTKS). Adapun pencairan BLT dilaksanakan selama 4 hari, mulai dari 08-11 September 2022, pada pukul 08.30 – 17.00 di Lapangan Haji Adam Malik.

Salah seorang warga Bah Kapul, Boru Sitompul (46), seorang ibu rumah tangga yang menerima bantuan mengaku bersyukur adanya bantuan seperti ini di tengah naiknya harga BBM. “Ya saya sangat bersyukur lah kalau ada bantuan seperti ini. Mengingatkan BBM sekarang naik, tarif angkot pun naik. Saya punya 3 anak sekolah yang naik angkot kalo kesekolah, jadi sedikit terbantulah,” ucapnya.

Hal yang sama juga dikatakan Geon Simarmata (52), penerima BLT asal Tomuan yang berprofesi sebagai Supir merasa sangat terbantu dengan adanya bantuan ini.

“Ya terbantulah, karena sekarangkan BBM naik, jadi rencana uangnya nanti dipakai buat modal bensin aja, ya gimana kan namannya juga supir kan, yang paing besar terkena dampaknya”, ucapnya.

Walaupun begitu, ia juga mengeluhkan keputusan akan naiknya tarif BBM, yang membawa dampak terhadap profesinya.

“Gini, kita supir angkot, BBM naik memaksa kami untuk menaikkan tariff dan itu membuat sewa jadi sunyi sekarang. Belum lagi kalau sewa sepi, tapi kan harus tetep membeli bensin angkot kan. Jadi tidak sejalan pengeluaran minyak dengan pendapatan sewa”, keluhnya.

Ia sangat berharap jika pemerintah kembali menerapkan tarif BBM yang lama, karena hal ini sangat membawa dampak yang sangat besar kepada masyarakat, khususnya baginya yang menjalani profesi.

Editor: -
TAG :
Baca Juga
LIPUTAN KHUSUS