Mengerikan, 21 Remaja di Afrika Selatan Meninggal Misterius saat Menari

Sedikitnya 21 remaja ditemukan meninggal secara misterius di sebuah klub malam. AP

PARBOABOA, Cape Town - Otoritas keamanan Afrika Selatan pada Senin sedang menyelidiki kasus misterius di mana 21 remaja di bawah umur meninggal secara misterius saat berpesta di sebuah klub malam. 

Dilansir Associated Press, Selasa (28/6/2022), jenazah-jenazah para remaja itu ditemukan polisi bergelimpangan di meja, kursi dan sofa, serta di lantai dansa pada Minggu pagi. Remaja termuda yang tewas disebut berusia 13 tahun. 

"Mereka meninggal saat menari. Mereka menari, jatuh, dan mati," kata Menteri Kepolisian Bheki Cele. 

"Yang lain merasa pusing, tidur di sofa,  dan mati. Perlu diketahui bahwa mereka semua merupakan anak-anak."

Sejumlah spekulasi penyebab kematian mereka telah mencuat, mulai dari terinjak-injak, yang kemudian dikesampingkan atau karena kebocoran gas. 

Polisi telah mengirim sampel forensik para korban kepada laboratorium toksikologi guna mengetahui penyebab kematian mereka. 

Polisi tiba di bar Enyobeni Tavern, Kota East London, Provinsi Eastern Cape, pada pukul 04.00 Minggu dini hari setelah menerima panggilan adanya "tubuh tak bernyawa" di sana. 

Setibanya di lokasi kejadian, polisi menemukan pemandangan mengerikan di mana mereka menemukan 17 jenazah remaja. 

Dua orang lainnya meninggal di klinik lokal, seorang meninggal saat hendak dilarikan ke rumah sakit, dan seorang meninggal sesampainya di rumah sakit. Usia mereka antara 13-17 tahun. 

Juru bicara polisi Kolonel Athlenda Mathe menyebut jika pihaknya tengah mengadakan penyelidikan, dan penyebab kematian masih belum diketahui. 

Polisi mencari kemungkinan adanya keracunan. Dan Cele mengatakan test toksikologi kemungkinan memakan waktu yang cukup lama. 

Pejabat keamanan provinsi Unathi Binqose kepada surat kabar Daily Maverick mengatakan  jika para korban kemungkinan menelan zat beracun melalui minuman beralkohol yang mereka konsumsi atau pipa hookah yang digunakan untuk merokok di pesta tersebut. 

Ke-12 remaja laki-laki dan sembilan perempuan itu awalnya diduga terinjak-injak karena klub tersebut dipadati banyak orang. Tapi otoritas lokal tak menemukan adanya tanda-tanda luka di tubuh para korban. 

Para siswa remaja itu dilaporkan sedang merayakan berakhirnya ujian tengah semester dan ulang tahun seorang DJ lokal. Mereka bersantai setelah pemerintah melonggarkan pembatasan Covid-19 pada awal pekan lalu. 

Departemen Kesehatan Eastern Cape mengatakan para korban selamat telah dirawat di RS karena mengalami sakit punggung, dada mengejang, muntah-muntah, dan sakit kepala. 

Cele menyebut para remaja itu meninggal sekitar pukul 02.00 hingga 04.30 pada Minggu. "Pemandangan di sana, ketika Anda melihat wajahnya, Anda segera menyadari bahwa mereka masih anak-anak," kata Cele terisak di hadapan wartawan. 
 

Editor: -
TAG :
Baca Juga
LIPUTAN KHUSUS