4 Orang Tewas dalam Penembakan di RS Kampus AS

St. Francis Health System di Tulsa, AS, yang menjadi lokasi penembakan. AP

PARBOABOA, Pematangsiantar - Seorang pria yang membawa sebuah senapan dan pistol membunuh empat orang di gedung rumah sakit kampus Tulsa, Amerika Serikat, Rabu waktu setempat. 

Dilansir Associated Press, Kamis (2/6/2022), ini merupakan kasus penembakan massal mematikan yang terjadi di negara itu dalam beberapa pekan terakhir. 

Kepala Departemen Kepolisian Tulsa Eric Dalgleish mengonfirmasi jumlah korban dan mengatakan jika pelaku juga tewas bunuh diri dalam insiden tersebut. 

Namun, menurut Dalgleish, belum diketahui apa yang memicu penembakan tersebut. Ia juga belum merilis berapa banyak korban yang mengalami luka-luka. 

"Tampaknya kedua senjata ditembakkan di lokasi kejadian," ujar Dalgleish. "Petugas yang tiba di lokasi mendengar suara tembakan di gedung. Itulah yang membuat mereka menuju lantai dua."

Polisi menerima panggilan adanya penembakan di St. Francis Health System sekitar tiga menit setelah pusat menerima laporan, yakni pada pukul 16.52. Polisi kemudian berhadapan dengan pelaku pada pukul 17.01, tukas Dalgleish. 

"Saya sangat bahagia dengan apa yang kita ketahui sejauh ini mengingat respons dari petugas kami," tambahnya dalam konferensi pers. 

Komentar Dalgleish ini mengacu kepada telatnya polisi Texas menangani insiden penembakan di SD Robb, Kota Uvalde, pada pekan lalu yang menewaskan 19 murid dan dua guru. 

Pada saat terjadinya penembakan, polisi yang telah berada di sekolah tersebut hanya mematung, tidak berani memasuki bangunan dan mengonfrontasi pelaku penembakan, sehingga banyak korban jiwa berjatuhan. 

Polisi membutuhkan waktu lebih dari 40 menit untuk melumpuhkan Salvador Ramos, sang pelaku penembakan, yang berusia 18 tahun itu. 

Polisi dan pihak rumah sakit St. Francis Health System belum bersedia mengidentifikasi para korban tewas. 

RS itu sementara melakukan penguncian wilayah kampus karena penembakan yang terjadi di Gedung Medis Natalie. Bangunan itu merupakan tempat pasien yang menjalani bedah dan pusat kesehatan payudara. 

Dalgleish mengatakan, petugas kepolisian menemukan pelaku penembakan dan korban di klinik ortopedi di lantai dua bangunan tersebut. 

"Kampus ini merupakan tempat yang sangat berarti bagi komunitas kami," kata Wali Kota Tulsa GT Bynum. "Saat ini saya melayangkan duka kepada para korban," tambahnya. 

"Selama puluhan tahun kampus ini telah menjadi tempat bagi para pahlawan yang datang dan bekerja setiap hari untuk menyelamatkan nyawa di komunitas kami."

Sejumlah pembunuhan yang terjadi di 'Negeri Paman Sam' telah memicu para pemimpin dari Partai Demokrat menyerukan pembatasan pembelian serta kepemilikan senjata api. Sementara Partai Republik menyerukan lebih diperketatnya keamanan di sekolah. 

Perbedaan pendapat dari kedua belah pihak telah menghambat keputusan Kongres untuk merespons tingginya kematian akibat senjata api di AS. 

Editor: -
TAG :
Baca Juga
LIPUTAN KHUSUS