Kim Jong Un Lagi-lagi Pamerkan Putrinya ke Hadapan Publik, Ada Apa Sebenarnya?

Putri Kim Jong Un, Kim Ju Ae kembali mencuri perhatian khalayak ramai. Sambil mengenakan pakaian serba hitam, Kim Ju Ae mendampingi sang ayah di sebuah acara militer dalam rangka memperingati 75 tahun Tentara Rakyat Korea Utara pada Rabu (8/2/2023) waktu setempat. (Foto: Instagram @marshalkimjongun)

PARBOABOA, Jakarta – Putri Kim Jong Un, Kim Ju Ae kembali mencuri perhatian khalayak ramai. Sambil mengenakan pakaian serba hitam, Kim Ju Ae mendampingi sang ayah di sebuah acara militer dalam rangka memperingati 75 tahun Tentara Rakyat Korea Utara pada Rabu (8/2/2023) waktu setempat.

Dari gambar yang beredar, keduanya tampak berjalan beriringan sambil bergandengan tangan saat memeriksa rudal besar diikuti oleh sang ibu, Ri Sol Ju. Dia juga berbagi minuman jus dan berbisik dengan kedua orang tuanya saat menyaksikan acara itu.

Kemunculan Kim Jun Ae di hadapan publik ini bukan pertam kalinya. Sehari sebelum acara tersebut, sang putri juga terlihat menemani Kim saat makan bersama para komandan dalam jamuan mewah untuk memperingati ulang tahun militer Korut.

Kim juga pernah membawa Ju Ae mengunjungi lokasi uji coba rudal balistik antarbenua (ICM), Hwasong-17, pada November 2022.

Tidak diketahui pasti apa alasan Kim sering membawa anak kedunya ini ke hadapan publik. Namun, momen ini tentunya menarik perhatian masyarakat hingga memunculkan berbagai spekulasi.  

Jadi penguasa dinasti selanjutnya?

Seperti yang diketahui, Korut adalah negara yang dikuasai oleh satu dinasti besar, yakni dinasti Kim. Korut didirikan oleh Kim Il-sung pada 1949 ketika Semenanjung Korea bebas dari pendudukan Jepang.

Dia mendirikan negara berdasarkan ideologi Juche yang secara sederhana dapat disebut sebagai ideologi Marxisme yang disesuaikan dengan situasi Korut. Ideologi inilah yang kemudian diwariskan dari generasi ke generasi, dari Kim Il-sung ke Kim Jong-il, dan kini Kim Jong-un.

Menurut Anna F dalam The Great Successor: The Divinely Perfect Destiny of Brilliant Comrade Kim (2019), suksesi kepemimpinan sama pentingnya dengan kelangsungan hidup negara itu sendiri. Artinya, mereka percaya dengan mempertahankan prinsip kedinastian, keberadaan Korut sebagai negara akan dapat dipertahankan.

Beranjak dari kenyataan ini, para analis sepakat kalau kehadiran Ju Ae sebagai cara Kim untuk menegaskan kalau anaknya itulah yang bakal meneruskan kekuasaan. Bukan kepada orang lain, termasuk Kim Yo-jong, adik perempuan yang kerap disebut sebagai penguasa dinasti setelahnya.

"Kim ingin para pengamat di dalam dan luar negeri melihat dinasti keluarganya dan militer Korea Utara sebagai hubungan yang tak dapat diotak-atik," kata profesor di Universitas Ewha di Seoul, Leif-Eric Easley, seperti dikutip CNN International.

Mengapa harus dimunculkan sekarang?

Langkah ini kemudian menimbulkan satu pertanyaan. Mengapa harus dimunculkan sekarang? Sebab jika melihat pendahulunya, kabar suksesi dimunculkan ke publik ketika penerus sudah tumbuh dewasa.

Pengamat luar negeri Korea, Gabriela Bernal lewat lembaga think-thank, lowyinstitute, punya opini sendiri. Ia menyebut kalau ini murni sebagai langkah Kim menunjukkan kekuatan kepada mata dunia.

"Pilihan untuk membagikan foto dia dan putrinya dalam lingkungan militer tampaknya mengisyaratkan bahwa ini lebih dari sekadar citra Kim Jong-un sendiri [...] Membawa putrinya ke acara semacam ini menggarisbawahi bagaimana rezim melihat program senjata nuklirnya sebagai pelengkap dari tiap kepemimpinan Korea Utara yang selalu bersedia dan siap melanjutkan program ini," kata Gabriela.

Berbeda dengan Gabriela, peneliti Korea asal AS, Victor D. Cha menyebut kalau ini adalah upaya kampanye perubahan struktur kepemimpinan yang patriarki.

"Kim selalu berada di antara wanita-wanita dalam keluarga. Dia secara hati-hati ingin menyeimbangkan suksesi dinasti yang berkelanjutan di tengah struktur patriarkal," katanya, dikutip Politico.

Pernyataan Cha ini nampak masuk akal jika melihat fakta kalau Kim memang hanya menunjukkan keluarga perempuannya, seperti adiknya Kim Yo-jong dan puterinya. Barangkali Kim ingin membuka jalan bagi keluarga perempuan untuk berkuasa di Korut.

Editor: Sondang
TAG :
Baca Juga
LIPUTAN KHUSUS