Bantuan Pangan untuk Warga Bandung Barat Tak Layak Konsumsi

Ayam tak layak konsumsi yang diterima warga

PARBOABOA, Bandung - Bantuan sosial berisi paket sembako yang diterima warga Kampung Cinangka, RT 02/06, Desa Rajamandala Kulon, Kecamatan Cipatat, Kabupaten Bandung Barat (KBB) dikeluhkan warga karena tak layak dilonsumsi.

Paket sembako tersebut merupakan Bantuan Non Tunai (BPNT) yang disalurkan Kemensos. Paket sembako berisi enam item dengan total harga mencapai Rp 200 ribu yakni satu kilogram ayam potong, satu kilogram telur, 10 kilogram beras, tahu, kentang, dan buah pir.

Namun daging ayam yang diterima warga sudah mengeluarkan bau tak sedap.

 “Ayam potong yang diterima sudah bau. Warnanya juga sudah membiru, jadi saya tidak berani konsumsi," ujar Tarti (42), warga setempat, Jumat (17/9/2021).

Selain daging ayam yang berbau tak sedap, ia juga mengaku ada beberapa telur yang diterimanya dalam kondisi sudah pecah.

"Kalau tahu mah dibuang. Udah gak layak konsumsi. Tapi beras kentang sama buah pir mah aman." tambahnya.

Pemerintah Kabupaten Bandung Barat (Pemda KBB) langsung turun tangan untuk menulusuri adanya paket sembako dari program Bantuan Pangan non Tunai (BPNT) yang dikeluhkan warga karena berbau busuk.

Camat Cipatat Iyep Tamchur Rahman, mengatakan pihaknya baru menerima informasi tersebut dan saat ini pihak kecamatan langsung melakukan penelusuran ke sejumlah warga yang menerima bantuan tersebut.

"Biasanya kalau seperti itu, masalahnya pada pihak ketiga. Tapi saya belum tahu persis. Makanya saya akan menelusuri kejadiannya," ucap Iyep.

Selain itu, pihaknya juga akan melaporkan ke pemerintah pusat terkait temuan tersebut agar nantinya penyaluran bantuan sosial seperti itu bisa langsung dievaluasi.

Editor: -
TAG :
Baca Juga
LIPUTAN KHUSUS