Bandara Sydney dijual

Bandara Sydney Australia Terjual Senilai Rp 248 Triliun

rini | Internasional | 10-11-2021

PARBOABOA, Australia - Pengelola Bandara Sydney menyetujui penjualan bandara sebesar US$ 17,5 miliar setara Rp 248,5 triliun (kurs Rp 14.200) kepada kelompok investor infrastruktur Sydney Aviation Alliance (SAA).

Kesepakatan itu muncul setelah Sydney Aviation Alliance (SAA) menaikkan tawaran terhadap harga saham bandara menjadi 8,75 dolar Australia per lembar saham atau sekitar Rp 92.225 (kurs 1 dolar Australia sama dengan Rp 10.540). Awalnya investor menawar harga saham sebesar 8,25 dolar Australia per saham atau Rp86.955 per saham.

Meski telah menyepakati harga, namun penyelesaian transaksi penjualan bisa memakan waktu berbulan-bulan. Pasalnya, ada sejumlah kendala potensial yang menghadang prosesnya, termasuk laporan independen tentang pengambilalihan tersebut.

Penyelesaian laporan independen itu membutuhkan persetujuan dari tiga perempat pemegang saham bandara, serta lampu hijau dari regulator Australia. Sementara, Dewan Bandara Sydney mengatakan bahwa pihaknya baru akan mengadakan pertemuan tentang kesepakatan itu pada kuartal pertama tahun 2022.

Kebijakan ini diumumkan hanya beberapa hari setelah Australia kembali membuka bandara untuk perjalanan internasional setelah 600 hari lock down penuh karena pandemi.

Saat ini pemerintah Australia telah mengizinkan warga Australia yang sudah divaksinasi boleh bepergian melalui Sydney dan Melbourne tanpa karantina. Kebijakan tersebut dinilai sebagai langkah pertama Australia dalam memulai kembali aktivitas perjalanan secara bertahap.

Tag : #australia    #bandara sydney    #bandara sydney dijual    #internasional   

Baca Juga