Tuntut Cabut Kenaikan BBM, BEMSI Kembali Demo di Patung Kuda Hari Ini

HMI unjuk rasa di depan Gedung DPR RI, Selasa (06/09/2022) (Foto: Parboaboa/Michael Siburian)

PARBOABOA, Jakarta - Ribuan mahasiswa yang tergabung dalam Badan Eksekutif Mahasiswa Seluruh Indonesia (BEM SI) bakal kembali menggelar demo menolak kenaikan harga bahan bakar minyak (BBM) di Istana hari ini, Kamis (15/09/2022).

Koordinator BEM SI Luthfi Yufrizal mengatakan bahwa aksi tersebut menurut rencana akan digelar di kawasan Patung Kuda Arjuna Wijaya, Jakarta Pusat sekitar pukul 10.00 WIB.

"Benar kami akan aksi besok jam 10.00 pagi di Istana Negara. Kemungkinan yang hadir seribu orang dari kami. Itu dari Jabodetabek dan teman-teman di daerah juga," ujar Luthfi saat dikonfirmasi, Rabu (14/09/2022) malam.

Luthfi mengatakan, demo ini merupakan lanjutan dari aksi sebelumnya digelar pada Kamis (08/09/2022) lalu. Saat itu, BEM SI mengultimatum pemerintah untuk memenuhi tuntutan massa aksi terkait dengan pencabutan keputusan kenaikan harga BBM.

"Tanggal 8 September kemarin kita sudah gelar aksi, sebenarnya kita menunggu sampai 7x24 jam, kalau memang belum ada jawaban, kita akan turun aksi lagi. Itu kan tujuh hari berarti, jadi aksi bakal digelar besok kan," kata dia.

Luthfi menjelaskan, terdapat tiga tuntutan utama dalam aksi unjuk rasa hari ini. Pertama, menuntut dan mendesak pemerintah mencabut keputusan terkait kenaikan BBM.

Kedua, mendesak pemerintah untuk menunda proyek strategis nasional yang tidak berdampak langsung kepada masyarakat. Dan terakhir, mendesak pemerintah untuk menerapkan regulasi pemakaian BBM bersubsidi secara tegas.

Sementara, dalam keterangan tertulis BEM SI, pihaknya menilai kenaikan harga bahan pokok yang semakin meningkat membuat rakyat semakin tercekik. Mereka menegaskan, penindasan yang dilakukan negara tiada henti, maka perlawanan terhadap ketidakadilan tidak mengenal jeda.

"Kenaikan harga BBM yang kemudian disusul kenaikan harga bahan pokok yang semakin meningkat membuat rakyat semakin tercekik. Penindasan yang dilakukan oleh negara tiada henti, maka perlawanan terhadap ketidakadilan tidak mengenal jeda," katanya dalam keterangan tertulis.

"Kami dari Aliansi BEM Seluruh Indonesia memanggil mahasiswa, masyarakat, buruh, dan siapapun yang siap melakukan perlawanan, lantangkan suara dan tumpahkan segala kekecewaan," sambungnya.

Editor: -
TAG :
Baca Juga
LIPUTAN KHUSUS