Cara Atasi Anxiety Disorder: Dari Gejala Hingga Solusi Praktis

Ilustrasi seorang perempuan sedang mengalami anxiety disorder (Foto: medlineplus.gov)

PARBOABOA, Jakarta - Ketika mendengar berita yang menakutkan atau berada dalam situasi menegangkan, orang secara spontan akan merasakan kecemasan. 

Namun, jika perasaan ini muncul tanpa alasan yang jelas atau sulit dikendalikan, maka ada kemungkinan terjadi gangguan kecemasan yang lebih serius.

Rasa cemas adalah reaksi normal terhadap stres, tetapi gangguan kecemasan (anxiety disorder) adalah kondisi yang lebih serius dan memerlukan perhatian khusus. 

Melansir laman halodoc, anxiety disorder atau gangguan kecemasan adalah kondisi mental yang mempengaruhi berbagai aspek kehidupan. 

Umumnya, orang yang mengalami anxiety disorder sering kali merasa gugup, gelisah, atau tegang. 

Mereka juga mungkin merasakan adanya bahaya, kepanikan, atau malapetaka yang akan datang tanpa alasan yang jelas. 

Gejala fisik yang sering menyertai perasaan ini meliputi detak jantung yang meningkat, pernapasan cepat atau hiperventilasi, berkeringat, dan gemetaran.

Temuan dokter Philip R. Mukin (2023) juga menyebut, selain gejala fisik, penderita anxiety disorder juga sering merasa kelelahan atau lemah, bahkan tanpa melakukan aktivitas berat. 

Mereka mengalami kesulitan berkonsentrasi dan sering kali memiliki gangguan tidur atau terbangun malam hari. Masalah pencernaan juga umum terjadi, termasuk mual atau diare.

Penderita anxiety disorder diketahui sulit mengendalikan rasa khawatir dan cemas yang berlebihan. 

Mereka cenderung menghindari situasi atau aktivitas yang dapat memicu kecemasan, sehingga mengganggu kehidupan mereka sehari-hari.

Pengenalan terhadap gejala-gejala ini adalah langkah pertama dalam mendapatkan bantuan dan penanganan yang tepat. 

Jika Anda atau orang di sekitar mengalami gejala-gejala tersebut, maka penting mencari bantuan profesional untuk mendapatkan perawatan yang diperlukan.

Jenis-Jenis Anxiety Disorder

Ada beberapa jenis gangguan kecemasan yang perlu dikenali, di antaranya:

1. Generalized Anxiety Disorder (GAD)

GAD melibatkan kecemasan atau kekhawatiran yang berlebihan dan terus-menerus, sering kali tanpa alasan yang jelas. 

Gejalanya meliputi rasa gelisah, mudah lelah, sulit berkonsentrasi, mudah tersinggung, dan masalah tidur.

2. Panic Disorder

Gangguan ini ditandai dengan serangan panik yang tiba-tiba dan sering kali tanpa pemicu yang jelas. 

Selama serangan, seseorang mungkin mengalami jantung berdebar, berkeringat, gemetaran, nyeri dada, dan perasaan kehilangan kontrol.

3. Social Anxiety Disorder (SAD)

SAD adalah ketakutan yang intens dan berkelanjutan terhadap situasi sosial atau penilaian negatif dari orang lain. 

Gejalanya termasuk memerah, berkeringat, gemetaran, jantung berdebar kencang, sakit perut, dan kesulitan melakukan kontak mata.

Cara Mengatasi Anxiety Disorder

Mengadopsi gaya hidup sehat dapat mengurangi gejala gangguan kecemasan. Beberapa langkah yang efektif meliputi:

Pertama, olahraga teratur dapat meningkatkan produksi endorfin, hormon yang berperan dalam memperbaiki suasana hati dan mengurangi stres. 

Aktivitas fisik seperti berlari, berenang, atau yoga dapat memberikan dampak positif pada kesejahteraan mental.

Kedua, makan sehat adalah kunci dalam mengelola kecemasan. Konsumsi makanan bergizi seperti sayuran hijau, buah-buahan, kacang-kacangan, ikan, dan karbohidrat kompleks dapat menstabilkan suasana hati. 

Sebaliknya, hindari kafein, gula, dan makanan olahan yang dapat meningkatkan tingkat kecemasan.

Ketiga, tidur yang cukup sangat penting untuk kesehatan mental. Usahakan tidur selama 7-8 jam per malam untuk membantu tubuh dan pikiran beristirahat dan pulih. 

Hindari kafein dan alkohol sebelum tidur agar kualitas tidur tetap terjaga.

Keempat, meditasi dan yoga dapat menjadi alat yang sangat efektif dalam mengurangi stres. 

Praktik ini tidak hanya membantu meningkatkan kesejahteraan mental tetapi juga memperbaiki kualitas tidur dengan meningkatkan kesadaran diri dan mengendalikan pernapasan.

Dengan mengintegrasikan olahraga teratur, pola makan sehat, tidur yang cukup, serta meditasi dan yoga dapat memberikan manfaat besar dalam mengelola dan mengurangi gejala anxiety disorder, sehingga meningkatkan kualitas hidup secara keseluruhan.

Editor: Defri Ngo
TAG :
Baca Juga
LIPUTAN KHUSUS