Ilustrasi sistem pengereman pada sepeda motor (Dok:motorplus-online.com)

Cara Mudah Merawat Sistem Pengereman ABS Pada Sepeda Motor

Dimas | Otomotif | 24-05-2022

PARBOABOA, Jakarta - Saat ini, banyak pabrikan sepeda motor yang menawarakan fitur canggih pada produk-produk sepeda motor terbarunya. Salah satunya, fitur pengereman Antilock-Breaking System (ABS).

Sistem pengereman ABS merupakan inovasi sistem pengereman pada motor untuk menjaga keselamatan pengendara dengan cara menghindari terjadinya penguncian roda saat dilakukan pengereman mendadak.

Cara kerjanya sendiri, fitur yang satu ini akan selalu mendeteksi sensor pada roda depan dan belakang, jika ada pengurangan kecepatan secara tiba-tiba atau pengereman mendadak. Sensor canggih pada ABS dapat membantu mendeteksi ketika roda mengunci. Kemudian, modulator secara otomatis akan menerima sinyal ketika hal tersebut terjadi. Setelah itu, piston rem pada motor akan mengendurkan tekanan pada minyak rem dari kaliper.

Tekanan pada piston rem akan kembali pada tingkatan normal jika penguncian pada roda motor berkurang. Peningkatan pada minyak rem juga hanya terjadi 15-50 kali per detik. Hal ini tentu dipengaruhi oleh fitur ABS yang canggih sehingga ketika mengerem mendadak roda tidak mengunci.

Mengingat pentingnya peran dari sistem pengereman ABS, ada baiknya para pemilik motor mengetahui cara merawat sistem pengereman yang satu ini. Hal itu sangat berguna untuk menjaga performa sistem ABS tetap baik dan awet tentunya.

Cara Mudah Merawat Sistem Pengereman ABS

1. Cek Kondisi Minyak Rem

Minyak rem menjadi salah satu komponen yang harus diperhatikan agar sistem pengereman motor dapat berfungsi dengan baik. Anda harus memastikan bahwa volume minyak rem pada tangki reservoir sesuai dengan standar, artinya tidak lebih ataupun kurang dari batas yang tertera pada garis lower pada tangki reservoir tersebut.

2. Cek Kondisi Kanvas Rem

Sama seperti minyak rem, kanvas rem juga merupakan salah satu komponen penting dalam sistem pengereman motor. Komponen ini, berfungsi sebagai penjepit disc brake atau piringan cakram dengan bantuan caliper pada saat tuas rem digunakan oleh pengendara.

Dengan besarnya peranan kanvas rem, Anda tentunya harus selalu mengecek kondisi kanvas rem secara rutin. Untuk mengetahui apakah kanvas rem masih layak pakai atau tidak, terbilang cukup mudah. Anda bisa memperhatikan tanda garis pada permukaan kanvas rem tersebut. Apabila permukaan garis tersebut sudah rata dengan permukaan kanvas rem, hal itu menunjukkan bahwa  kanvas rem sudah aus dan harus segera diganti.

3. Rutin Bersihkan Caliper dan Disc Brake

Caliper dan disc brake sebenarnya komponen yang jarang sekali mengalami kerusakan pada sistem pengereman. Namun, perawatan tetap harus dilakukan guna menjaga performa dari komponen tersebut.

Untuk cara merawatanya, Anda bisa secara rutin membersihkan komponen tersebut dari debu, tanah, minyak, serta kotoran lain yang menempel. Terlebih lagi jika motor Anda baru saja menorobos banjir atau jalanan berlumpur.

4. Cek Kondisi Slang Rem

Memeriksa slang rem yang menghubungkan antara master cylinder rem dengan caliper juga harus dilakukan secara rutin. Melalui slang ini, minyak rem akan mendorong caliper secara hidrolik untuk menekan disc brake.

Melihat dari fungsinya yang sangat penting, Anda tentunya harus rutin memeriksa apakah ada kebocoran, retak retak dan pemburukan lainnya pada slang rem.

5. Cek Kondisi Pulser Ring

Pada sistem ABS, velg motor akan ditambahkan dengan komponen speed sensor dan pulser ring atau ring berongga untuk membaca kecepatan dipangkal roda. Maka dari itu, jika pulser ring mengalami kerusakan, hal itu akan mengganggu kinerja sistem ABS.

Perawatan pulser ring sebenarnya sangatlah mudah, Anda cukup membersihkan piringan pulser ring tersebut dari adanya kotoran-kotoran yang menempel. Sebab, dengan banyaknya kotoran akan mengakibatkan pembacaan kecepatan roda menjadi terganggu, hasilnya kinerja sistem rem ABS juga akan terganggu.

6. Perhatikan Indikator ABS

Biasanya, motor yang telah dilengkapi sistem ABS akan dilengkapi juga dengan lampu indikator pada bagian speedometer. Fungsi dari lampu indikator sendiri adalah untuk memberikan notifikasi kepada pengendara, terkait kondisi peranti ABS yang tertanam pada motor.

Jika lampu indikator ABS menyala selama motor dikendarai, artinya telah terjadi malfungsi pada sistem pengereman ABS.  Namun, Anda tidak perlu panik karena pengereman akan tetap bekerja dengan normal.

Untuk merawat indikator ABS, Anda bisa langsung membawa motor Anda kebengkel ketika terjadi malfungsi pada lampu indikator tersebut.

Demikianlah seputar informasi yang bisa Parboaboa sajikan mengenai cara mudah merawat sistem pengereman ABS pada sepeda motor. Semoga bermanfaat!

Tag : #sepeda motor    #sistem abs    #otomotif    #minyak rem    #kanvas rem    #pulser ring    #disc brake   

Baca Juga