Carlo Acutis, Milenial Pertama yang Akan Diangkat Menjadi Santo

Santo Carlo Acutis dijuluki Influencer Tuhan (Foto:Instagram @santocarloacutis)

PARBOABOA, Jakarta - Di era digital yang penuh dengan teknologi canggih dan media sosial, mungkin sulit membayangkan seorang remaja milenial yang tekun dalam kehidupan iman dan spiritualitas.

Namun, kisah Carlo Acutis, seorang pemuda Italia yang lahir pada tahun 1991, menjadi bukti nyata bahwa keajaiban dan devosi masih bisa ditemukan di tengah kehidupan modern. 

Pemuda yang dijuluki ‘God’s Influencer’ ini akan diangkat menjadi santo karena kepiawaiannya dalam menggunakan internet untuk menyebarkan ajaran Gereja Katolik. 

Remaja putra kelahiran Inggris ini diketahui meninggal pada tahun 2006, pada usia 15 tahun.

Dengan demikian, ia akan menjadi milenial pertama yang diangkat menjadi santo atau orang suci oleh Gereja Katolik.

Santo dan santa adalah orang-orang yang dianggap oleh umat Kristen, khususnya dalam Gereja Katolik Roma, sebagai pelayan Tuhan yang paling suci dan mulia.

Sebelum seseorang dinyatakan sebagai santo atau santa melalui proses kanonisasi, biasanya diperlukan setidaknya dua mukjizat yang terjadi setelah kematian individu tersebut.

Baru-baru ini, Paus Fransiskus mengakui mukjizat kedua yang terkait dengan Acutis.

Mukjizat tersebut merujuk pada penyembuhan seorang mahasiswa asal Kosta Rika di Florence, Italia.

Valeria Valverde, 21 tahun, mengalami pendarahan otak akibat cedera kepala setelah kecelakaan sepeda pada Juli 2022. Harapan untuk melanjutkan hidupnya hampir tak tersisa.

Dalam laporan Vatican News, ibu Valeria, Liliana, berziarah ke makam Acutis. Di sana Dia berdoa sambil meninggalkan surat dengan harapan agar putrinya sembuh.

Pada hari yang sama, Liliana mendapat kabar dari rumah sakit tempat Valeria dirawat bahwa putrinya tiba-tiba mulai bernapas kembali.

Hasil pemindaian menunjukkan bahwa perdarahan telah hilang, dan pada 11 Agustus, Valeria dipindahkan ke terapi rehabilitasi.

"Setelah hanya seminggu, jelas bahwa pemulihan total hanya tinggal selangkah lagi," tulis laporan Vatican News.

Diketahui sebelumnya, Carlo Acutis telah dibeatifikasi sebagai langkah awal menuju kanonisasi.

Proses itu terjadi pada tahun 2020 setelah dikaitkan dengan mukjizat pertamanya.

Mukjizat tersebut dialami oleh seorang anak asal Brasil yang sembuh dari penyakit bawaan yang menyerang pankreasnya.

Mukjizat kedua yang terkait dengan Acutis juga telah disetujui oleh Paus setelah pertemuan dengan departemen pengangkatan santo di Vatikan. 

Meskipun demikian, tanggal pasti kanonisasi Carlo Acutis belum diketahui.

Menjadi Influencer Tuhan

Carlo Acutis menutup usianya di Monza, Italia. Sebelumnya dia harus berjuang melawan Leukemia

Dia lahir di London pada Mei 1991, namun Carlo Acutis menghabiskan sebagian besar masa kecilnya di Italia.

Setahun setelah kematiannya, tubuhnya dipindahkan ke Assisi dan dipamerkan untuk umum bersama barang-barang peninggalannya.

Remaja ini memiliki minat besar terhadap komputer dan dilaporkan belajar pemrograman secara otodidak pada usia muda.

Selain mendirikan situs web untuk paroki dan sekolahnya, ia terkenal karena meluncurkan situs yang mendokumentasikan setiap mukjizat Ekaristi yang dilaporkan.

Situs tersebut diluncurkan beberapa hari sebelum kematiannya.

Setelah kematiannya, Acutis dijuluki ‘Influencer Tuhan’ karena amalnya yang berkaitan dengan teknologi dan internet.

Saat Carlo Acutis dibeatifikasi, Paus Fransiskus menyatakan bahwa pemuda ini "mampu memanfaatkan teknologi komunikasi modern untuk mewartakan Injil serta menyampaikan nilai-nilai dan keindahan."

Banyak umat Katolik memandangnya sebagai "santo pelindung internet" karena dedikasinya dalam berbicara tentang imannya dan membantu orang lain melalui teknologi modern.

Situs yang ia dirikan untuk mendokumentasikan mukjizat kini telah diterjemahkan ke berbagai bahasa dan digunakan sebagai bahan pameran di seluruh dunia.

Kehidupannya juga dikenang di Inggris, di mana pada tahun 2020, Uskup Agung Birmingham mendirikan Paroki Beato Carlo Acutis yang mencakup gereja-gereja di wilayah Wolverhampton dan Wombourne.

Di Cardin Grotto, sebuah kuil Katolik Roma di Motherwell, Skotlandia, terdapat pula patung Carlo Acutis.

Menuju Kanonisasi 

Berikut adalah tahapan yang diperlukan bagi seseorang untuk diakui sebagai santo atau santa dalam Gereja Katolik:

1) Masa Tunggu

Proses kanonisasi biasanya tidak langsung dilakukan  setelah kematian calon santo tersebut. Tetapi setidaknya membutuhkan waktu paling cepat lima tahun. 

Namun, dalam beberapa situasi, Paus dapat membebaskan persyaratan waktu ini.

2) Menjadi Hamba Tuhan

Sebuah investigasi dilakukan untuk menentukan apakah individu tersebut menjalani hidup dengan baik dan enar dalam semangat kekudusan.

Bukti dikumpulkan, dan jika disetujui, individu tersebut disebut "Hamba Tuhan".

3) Bukti Kebajikan Heroik

Departemen yang bertugas memberikan rekomendasi kepada Paus tentang calon santo akan melakukan penelitian bukti yang ada.

Jika disetujui, kasus tersebut diajukan kepada Paus untuk memutuskan apakah individu tersebut menunjukkan "kebajikan heroik". Jika ya, mereka disebut "Terhormat".

4) Verifikasi Mukjizat

Tahap selanjutnya adalah beatifikasi, yang memerlukan mukjizat yang terkait dengan doa-doa yang dipanjatkan kepada calon santo setelah kematiannya. 

Mukjizat ini harus diverifikasi dengan bukti sebelum diterima. Setelah beatifikasi, calon diberi gelar Beato bagi laki-laki dan Beata bagi perempuan. 

5) Kanonisasi

Ini adalah langkah terakhir dalam proses kanonisasi. Untuk mencapai tahap ini, biasanya diperlukan bukti mukjizat kedua yang terkait dengan individu tersebut.

Setelah semua persyaratan dipenuhi, orang tersebut dinyatakan sebagai santo atau santa.

Editor: Norben Syukur
TAG :
Baca Juga
LIPUTAN KHUSUS