ilustrasi bahan makanan

Berkebalikan, Korut Minta Warga Kurangi Makan, China Anjurkan Warga Timbun Sembako

rini | Internasional | 03-11-2021

PARBOABOA, China - Kim Jong Un Presiden Korea Utara baru-baru ini menyarankan warga negaranya untuk mengurangi makan hingga tahun 2025. Hal ini dilakukan untuk menghadapi krisis pangan yang akan menghantui Korut setelah penutupan perbatasan dengan China sebagai langkah pencegahan penularan virus corona.

Perintah Kim Jong Un ini berkebalikan dengan anjuran yang dikeluarkan Xi Jinping presiden China. Melalui Kementrian Perdagangan China, rakyak diminta untuk menimbun bahan pokok kebutuhan sehari-hari.

Hal ini dilakukan bukan karena kekawatiran kekurangan bahan pangan, namun karena kasus positif covid-19 di China kembali mengganas persiapan untuk permberlakuan lockdown menjelang Olimpiade Musim Dingin di Beijing pada Februari 2022 mendatang.

"Keluarga [diminta] menyimpan sejumlah kebutuhan harian yang diperlukan guna memenuhi kehidupan sehari-hari dan keadaan darurat," tulis Kementerian Perdagangan China di situs resminya yang dikutip AFP, Selasa (2/11).

Saat ini kasus positif covid-19 di China meningkat setelah sekelompok wisatawan asal Shanghai berwisata di provinsi Gansu dan Mongolia. Saat ini varian delta juga telah menyebar di belasan provinsi di negara tersebut.

Selain masalah Covid-19, China juga terpukul selama dua tahun terakhir imbas banjir yang berdampak pada hasil pertanian dan kenaikan harga. Semua masalah ini dikhawatirkan dapat meningkatkan kekhawatiran di tengah cuaca yang semakin ektsrem.

Dalam pernyataan yang dikeluarkan Kementrian Perdagangan China, pemerintah akan berupaya memfasilitasi produksi pertanian, menjaga kelancaran rantai pasokan makanan, memastikan cadangan pangan, dan menjaga harga-harga tetap stabil.

Tag : internasional, korea utara, china, kim jong un, xi jinping, timbun sembako

Berita Terkait