35 Kasus DBD di Simalungun, Dinkes Minta Masyarakat Terapkan 3M Plus 

Dinas Kesehatan Kabupaten Simalungun, Sumatra Utara mencatat sebanyak 35 kasus Demam Berdarah Dengue (DBD) sejak Januari hingga pertengahan Mei 2023. (Foto: Dok. Kemenkes RI)

PARBOABOA, Simalungun - Dinas Kesehatan Kabupaten Simalungun, Sumatra Utara mencatat sebanyak 35 kasus Demam Berdarah Dengue (DBD) sejak Januari hingga pertengahan Mei 2023.

"Selama 2023 ada 35 kasus dan dua orang meninggal dunia. Dari Sindar Raya dan Sipintuangin," kata Kepala Bidang Pencegahan dan Pengendalian Penyakit (P2P) di Dinkes Simalungun, Rohanta Saragih, kepada Parboaboa Selasa (23/05/2024).

Rohanta mengklaim, Dinkes Simalungun telah meminta masyarakat melakukan pencegahan dan pengendalian melalui Gerakan 1 Rumah 1 Jumantik (G1R1J) dengan pemberantasan sarang nyamuk (PSN) 3M Plus di tempat-tempat umum dan institusi.

"Setiap ada kasus maka puskesmas wajib melaporkan ke dinas, dan Puskesmas melaksanakan PSN dengan 3M plus 2M (memelihara ikan pemakan jentik, memakai kelambu). Jika ada kasus kematian maka dilakukan fogging (pengasapan)," jelasnya.

Rohanta juga mendorong setiap puskesmas meningkatkan deteksi dini DBD di masyarakat.

“Kita harapkan masyarakat turut berpartisipasi aktif menjaga kesehatan serta menerapkan upaya pencegahan seperti 3M plus,” ungkapnya.

Sebelumnya, Puskesmas Panei Tongah bergerak cepat melakukan fogging di pemukiman warga Nagori Nauli Baru, Kecamatan Panei.

Kepala Puskesmas (Kapus) Panei Tongah, dr. Juliani mengatakan, fogging dilakukan setelah ada informasi seorang warga positif DBD dan dirawat di Rumah Sakit Vita Insani (RSVI) Pematang Siantar, awal pekan lalu.

“Rabu sore masuk laporan dari petugas kita, bahwa ada warga dirawat di RSVI dan selanjutnya kita telusuri ke nagori (desa),” imbuhnya.

Editor: Kurnia Ismain
TAG :
Baca Juga
LIPUTAN KHUSUS