Driver Taksi Online Tuntut Penyesuaian Tarif Usai Kenaikan BBM

Unjuk Rasa yang Dilakukan Driver Online Indonesia di kantor Gojek (Foto: Kompas.com/Muhammad Isa Bustomi)

PARBOABOA, Jakarta – Massa aksi yang tergabung dalam Driver Online Indonesia (Drone) memadati depan kantor Gojek di kawasan Pasaraya Blok M, Jakarta Selatan, Senin (12/09/2022) menuntut kenaikan tarif usai harga BBM naik.

Terlihat satu mobil komando lengkap dengan pengeras suara yang digunakan oleh massa aksi. Di tengah guyuran hujan, massa mengungapkan tuntutannya. Selain meminta kenaikan tarif, para driver juga meminta salah satu operator taksi dipisahkan dari aplikasi mereka.

Driver taksi online kecewa, penyesuaian tarif ojol yang telah diumumkan pemerintah pada Rabu lalu mengecualikan kenaikan tarif taksi daring. Terlebih kenaikan sebesar 8% sangat jauh dari harapan.

Pasalnya harga BBM yang naik membuat para sopir taksi online semakin kesulitan karena sebelum adanya kenaikan harga BBM orderan yang mereka terima tidak banyak. Hal ini tentu semakin parah saat harga BBM naik.

Tuntutan Driver Online Indonesia:

  1. Pisahkan BB (Blue Bird) dari aplikasi Go-Car karena berimbas pada orderan Gocar yang masuk ke BB dan hapus sistem alokasi order/sistem kasta prioritas dan lainnya kembali ke sistem awal adanya aplikasi online di Indonesia, yaitu ride sharing di mana mitra bebas dalam memilih untuk mengambil ataupun tidak orderan karena kami bukan karyawan yang digaji tetap oleh pihak aplikasi Gojek, Grab.
  2. Penyesuaian tarif imbas adanya kenaikan harga BBM harus melibatkan seluruh komponen Driver Online Indonesia Grab-Gojek.
  3. Turunkan potongan 20% yang selama ini dibebankan kepada mitra dan hapus biaya-biaya tambahan berimbas pada penurunan jumlah order oleh customer ataupun mitra driver online itu sendiri Grab-Gojek.
  4. Revisi perjanjian kemitraan yang adil dan melibatkan seluruh elemen driver online.
  5. Stop penerimaan mitra baru Grab-Gojek untuk menjaga kestabilan antara penumpang dengan mitra driver online.

Selain berjaga mencegah massa agar tak memasuki kantor perusahaan penyedian transportasi online, polisi juga memasang water barier sebagai pembatas. Sebanyak 100 polisi disiagakan untuk menjaga demo tersebut.

"Kami menyiapkan 100 personel untuk rencana demo ojol nanti," kata Kapolsek Kebayoran Baru Kompol Donni Bagus Wibisono, seperti dilansir Antara, Senin (12/9), dikutip dari detik.com.

Editor: -
TAG :
Baca Juga
LIPUTAN KHUSUS