Eks Napi Koruptor Jadi Komisaris BUMN, Ahmad Sahroni : Gakkum Indonesia Tidak Menimbulkan Efek Jera

Mantan terpidana kasus korupsi, Izedrik Emir Moeis, yang ditunjuk menjadi Komisaris PT Pupuk Iskandar Muda.

PARBOABOA, Jakarta – Mantan terpidana kasus korupsi, Izedrik Emir Moeis, ditunjuk menjadi Komisaris PT Pupuk Iskandar Muda. Hal itu menuai banyak sekali kontroversi dikalangan politikus dan masyarakat umum.

Keputusan yang mengangakat politikus PDIP yang juga eks napi kasus korupsi itu juga menuai kritik lantaran statusnya yang merupakan mantan terpidana kasus korupsi.

Ahmad Sahroni yang merupakan Wakil Ketua Komisi III DPR RI juga mengkritik tentang hal itu. Sahroni kecewa dan menyayangkan adanya keputusan mengangkat seorang mantan koruptor menjadi komisaris di perusahaan milik negara. Menurutnya hal ini mencederai nilai penting dari integritas, juga sangat berlawanan dengan prinsip good corporate governance di perusahaan.

"Dimana-mana rakyat pasti terluka hatinya melihat mantan koruptor kok bisa jadi orang penting di BUMN? Komitmen pemberantasan korupsinya mana? Ini jelas tidak memenuhi syarat integritas dan jauh dari penerapan nilai-nilai Good Corporate Governance yang seharusnya menjadi prinsip utama BUMN," kata Sahroni dalam keterangannya, Jumat (6/7/2021).

Menurut Sahroni, seharusnya tidak ada lagi kesempatan menjadi pejabat negara bagi seorang mantan koruptor.

"Penegakan hukum itu seharusnya berprinsip memberikan efek jera. Di mana letak efek jeranya jika sudah pernah terpidana melakukan tindak kejahatan korupsi saja masih bisa dapat jabatan? Kasihan KPK dan para penegak hukum kita seperti Kejaksaan, Kepolisian dll, yang telah berusaha keras memberantas korupsi, namun tidak menimbulkan efek jera," katanya.  

Sahroni juga berencana meminta Erick Thohir selaku Menteri BUMN agar mempertimbangkan kembali keputusannya dan segera mencari sosok lain yang lebih berkompeten untuk menduduki jabatan komisaris tersebut. Menurut Sahroni, masih sangat banyak orang dari kalangan perusahaan dan swasta yang berkompeten untuk menduduki jabatan tersebut.

"Saya meminta kepada Pak Erik Thohir untuk mengkaji ulang pengangkatan Izedrik Emir Moei tersebut. Kan masih banyak orang-orang yang berkualitas, memiliki kemampuan, dan berintegritas untuk dijadikan seorang komisaris dan tidak memiliki track record sebagai eks koruptor," ujarnya. 

Editor: -
TAG :
Baca Juga
LIPUTAN KHUSUS