Resmi Ganti Nama Jadi Meta, Facebook Akan Permudah Sitem Iklan

Resmi Ganti Nama Jadi Meta, Facebook Akan Permudah Sistem Iklan

Sondang | Teknologi | 30-10-2021

PARBOABOA, AS – Seperti yang diketahui, CEO Mark Zuckerberg baru saja mengumumkan pergantian nama perusahaan induk yang menaungi tiga media sosial besar yaitu Facebook, WhatsApp, dan Instagram.

Zuckerberg menginformasikan hal ini dalam konferensi tahunan pada Kamis (29/10) waktu setempat. Facebook Inc resmi berubah nama menjadi Meta.

Perubahan nama ini turut mempengaruhi kode saham perusahaan, dari yang sebelumnya FB menjadi MVRS per 1 Desember 2021. Namun, layanan seperti Facebook, Instagram, dan WhatsApp tetap tak berganti nama.

Facebook tidak hanya mengubah nama perusahaan menjadi Meta, tetapi CEO Mark Zuckerberg juga mengganti logo ikonik 'jempol ke atas' (like) menjadi The Blue Infinity.

Logo baru yang terlihat seperti simpul saling berhubungan berwarna biru itu kini telah dipajang di Kantor Pusat Facebook di Menlo Park, California, Amerika Serikat.

Tim desain logo baru The Infinity Blue, dilansir Business Insider, mengatakan produk lain yang berada di bawah Meta, seperti WhatsApp, Instagram, dan situs web Facebook itu sendiri tidak mengubah identitas logo mereka.

Namun, gaya baru logo The Infinity Meta secara harfiah justru memasukkan merek-merek yang dimilikinya dalam salah satu bentuk animasinya.

Di masa yang akan datang, Meta akan berfokus pada sebuah platform dengan teknologi Virtual Reality (VR) & Augmented Reality (AR) yang membantu menghubungkan semua penggunanya dan mengembangkan bisnis.

Dalam surat terbuka, Zuckerberg mengatakan, Meta ingin menciptakan ekosistem digital berbiaya rendah. Dia menilai, kurangnya pilihan bagi konsumen dan biaya tinggi menghambat inovasi dan menghambat ekonomi internet.

"Kami ingin layanan kami dapat diakses oleh sebanyak mungkin orang, yang berarti bekerja untuk membuatnya lebih murah. Akibatnya, miliaran orang menyukai layanan kami dan ratusan juta bisnis mengandalkan alat kami," kata Zuckerberg dalam surat terbuka dikutip dari situs resmi Meta, Jumat (29/10).

Perubahan nama menjadi Meta untuk mencerminkan tujuan besar yang tengah dibangun perusahaan. Zuckerberg memang menggaungkan istilah Metaverse, yakni penggabungan antara dunia nyata dengan virtual.

Dengan pendekatan ini, dia ingin layanan jejaring media sosialnya dan layanan lain bisa diakses banyak orang dengan biaya rendah termasuk biaya iklan untuk mendukung ekonomi kreatif di dunia.

"Aplikasi seluler kami gratis. Model iklan kami dirancang untuk memberikan harga terendah bagi bisnis. Alat perdagangan kami tersedia dengan biaya atau dengan biaya sederhana. Alat perdagangan kami tersedia dengan biaya sederhana. Itulah pendekatan yang ingin kami bawa untuk membantu membangun metaverse," ucap Zuckerberg.

Biaya yang rendah membuat Zuckerberg berharap dalam dekade berikutnya, Metaverse akan menjangkau 1 miliar pengguna, menampung ratusan miliar dolar perdagangan digital, dan mendukung pekerjaan bagi jutaan pembuat konten dan pengembang.

"Kami bertujuan untuk menawarkan layanan pengembang dan pembuat konten dengan biaya rendah dalam sebanyak mungkin kasus, sehingga kami dapat memaksimalkan ekonomi kreatif secara keseluruhan," tutur dia.

Di sisi lain, dia berjanji privasi pengguna akan menjadi konsennya untuk mencegah kebocoran data. Facebook sempat dirundung masalah karena kebocoran data pengguna beberapa waktu lalu. Bahkan, Zuckerberg dalam surat terbukanya mengaku ada banyak hal yang merendahkan reputasi perusahaannya selama lima tahun terakhir.

"Privasi dan keamanan perlu dibangun ke dalam metaverse sejak hari pertama. Begitu juga standar terbuka dan interoperabilitas," pungkas Zuckerberg.

Tag : teknologi, facebook, meta, mark zuckerberg, whatsapp, instagram

Berita Terkait