Fitur Baru di Instagram Stories dan Reels: Cek Keunikan!

Ilustrasi Perkembangan Instagram (Foto: Parboaboa/Yohana)

PARBOABOA, Jakarta - Instagram terus berinovasi dengan menghadirkan fitur baru yang memikat pengguna.

Kali ini, mereka memperkenalkan fitur menarik pada Stories dan Reels yang akan membuat pengalaman berbagi konten semakin menarik dan unik.

Pengguna kini bisa mengeksplorasi empat efek baru setelah melakukan pembaruan aplikasi ke versi terbaru.

Dilansir dari beberapa sumber pada Jumat, 10 Mei 2024, berikut ini adalah empat efek terbaru yang bisa dinikmati oleh pengguna dalam Stories mereka:

Add Yours Music

Efek ini memudahkan pengguna untuk berinteraksi dengan teman-teman mereka melalui musik.

Dengan Add Yours Music, pengguna tidak hanya dapat membagikan lagu favorit mereka tetapi juga mengundang teman untuk menambahkan pilihan lagu mereka sendiri ke dalam rantai cerita yang sama.

Ini menciptakan sebuah kolaborasi musikal yang seru dan personal di antara pengguna dan jaringan mereka.

Frames

Efek Frames dirancang untuk memberikan nuansa nostalgik dan artistik pada foto.

Dengan memberikan bingkai yang meniru gaya cetak manual, foto tampak lebih menonjol dan estetik.

Efek ini sangat cocok untuk mereka yang ingin memberikan sentuhan klasik pada momen-momen khusus mereka di media sosial, seperti foto perjalanan atau acara penting.

Reveal

Efek Reveal ditujukan untuk meningkatkan interaksi antara pengguna dan pengikut mereka.

Dengan mengaburkan gambar dan meminta pengikut untuk menebak isi dari gambar tersebut, efek ini menambahkan elemen misteri dan permainan dalam berbagi konten.

Ini bisa menjadi cara yang menarik untuk melibatkan audiens dalam percakapan yang lebih mendalam dan pribadi.

CutOuts

Efek CutOuts memberi pengguna kebebasan kreatif untuk menyesuaikan cerita mereka dengan cara yang unik.

Dengan memungkinkan pengguna membuat stiker dari potongan gambar atau video mereka sendiri.

Efek ini membuka kemungkinan untuk kreativitas tanpa batas dalam mendekorasi dan menonjolkan aspek-aspek tertentu dalam cerita mereka.

Stiker yang dibuat bisa digunakan kembali dalam berbagai cerita, membuat setiap cerita menjadi lebih pribadi dan menarik.

Jejak Kemunculan IG

Instagram pertama kali diluncurkan pada 6 Oktober 2010, hasil karya perusahaan bernama Burbn, Inc., yang didirikan oleh Kevin Systrom dan Mike Krieger.

Aplikasi ini sejak awal telah menjadi terobosan terbaru dalam jejaring sosial dengan fokus utama pada berbagi foto dan video, dan terus menikmati popularitas yang besar.

Kevin Systrom dan Mike Krieger, keduanya lulusan Universitas Stanford di Amerika Serikat.

Keduanya mulai mengaktulisasi pengalaman mereka yang pernah bekerja di Google dan Twitter (sebelumnya Odeo) untuk mengembangkan Burbn.

Menurut laporan dari New York Times, Burbn mulanya adalah aplikasi berbasis lokasi yang menggabungkan fotografi mobile, memungkinkan pengguna untuk berbagi foto serta melakukan check-in di tempat yang mereka datangi.

Namun, menyadari bahwa Burbn terlalu mirip dengan Foursquare, sebuah aplikasi berbagi lokasi yang sudah populer.

Systrom dan Krieger kemudian memilih untuk memfokuskan pembangunan aplikasi baru yang berpusat pada berbagi foto dan video, dilengkapi dengan fitur likes dan comments.

Aplikasi ini akhirnya dikenal sebagai Instagram.

Mereka mengenali potensi dari aplikasi fotografi yang telah ada sebelumnya, yang populer karena fitur pengeditan foto dengan berbagai filter, namun aplikasi tersebut tidak menyediakan fungsi sebagai platform media sosial.

Berdasarkan observasi mereka, tim pengembang meluncurkan Instagram, sebuah platform yang memungkinkan pengguna tidak hanya untuk membagikan dan mengedit foto dengan filter digital, tetapi juga untuk berinteraksi melalui komentar dan respon.

Aplikasi ini dibuat dalam waktu delapan minggu dan diluncurkan pada Oktober 2010.

Awalnya hanya tersedia di Apple App Store, Instagram berhasil menarik 25.000 pengguna dalam sehari dan mencapai 100.000 unduhan di akhir minggu pertama.

Pada tahun 2012, dua tahun setelah diluncurkan, Facebook mengakuisisi Instagram dengan nilai transaksi yang hampir mencapai 1 miliar dolar pada 9 April 2012.

Perkembangan Pasca Akuisisi

Tak lama setelah diakuisisi oleh Facebook, IG menjadi tersedia bagi pengguna Android dan berhasil mencatatkan lebih dari satu juta unduhan dalam kurang dari 24 jam.

Pada November 2012, Instagram menghadirkan versi web aplikasinya, yang memungkinkan pengguna mengakses layanan melalui browser komputer.

Dengan berjalannya waktu, Instagram terus memperkaya platformnya dengan fitur-fitur baru.

Fitur Geotagging, misalnya, memungkinkan pengguna untuk mencantumkan lokasi di foto yang diunggah mereka.

Pada tahun 2016, Instagram mengumumkan logo yang direvisi bersama dengan perubahan layout, dan memperkenalkan fitur-fitur seperti Boomerang dan Hyperlapse.

Di tahun 2018, Instagram melansir IGTV, platform yang memungkinkan pengguna mengunggah video dengan durasi yang lebih panjang.

Kemudian pada tahun 2020, Instagram menggantikan IGTV dengan fitur Reels, yang menawarkan kemampuan serupa dalam format yang lebih dinamis.

Berbagai inovasi dan penambahan fitur ini dianggap sebagai salah satu faktor utama yang meningkatkan popularitas Instagram dari waktu ke waktu.

Pemberian Nama Instagram

Nama Instagram adalah perpaduan dari kata insta, yang berarti instan, dan gram.

Kata insta terinspirasi dari kamera polaroid yang dikenal bisa menghasilkan foto seketika, mirip dengan bagaimana Instagram memperlihatkan gambar dengan cepat.

Kata gram diambil dari telegram, sebuah cara cepat untuk mengirim informasi.

Instagram memfasilitasi pengiriman foto dengan cepat antar pengguna melalui internet.

Itulah sekilas tentang asal-usul Instagram yang menunjukkan keunikan dan daya tarik platform ini.

Editor: Norben Syukur
TAG :
Baca Juga
LIPUTAN KHUSUS