Gajah Afrika: Habitat, Ciri-ciri, Kebiasaan dan Perkembangbiakannya

Gajah Afrika (Foto: Pixabay)

PARBOABOA - Gajah Afrika dan Gajah Asia adalah hewan mamalia yang menakjubkan dengan ukuran tubuh yang besar serta kecerdasan dan keterampilan yang mereka miliki.

Meskipun keduanya termasuk dalam famili Elephantidae, gajah Afrika dan gajah Asia memiliki perbedaan dalam banyak aspek, termasuk asal, habitat, ciri-ciri, dan perkembangbiakan.

Namun, pada artikel kali ini Parboaboa akan membahas tentang asal, habitat, ciri-ciri, dan perkembangbiakan gajah Afrika, sehingga kita dapat memahami lebih baik tentang hewan yang luar biasa ini.

Habitat Gajah Afrika

Habitat gajah Afrika (Foto: iStock)

Gajah Afrika berasal dari berbagai wilayah di Afrika. Berdasarakan asal dan habitanya, gajah ini dibagi menjadi dua subspesies, yakni:

  • Gajah Hutan Afrika

Gajah hutan Afrika (Loxodonta cyclotis) adalah spesies gajah Afrika yang umumnya ditemukan di hutan hujan Afrika Barat dan Tengah. Meskipun serupa dengan gajah savana Afrika (Loxodonta africana) dalam hal penampilan dan perilaku, gajah hutan Afrika memiliki beberapa perbedaan yang membedakannya dari spesies saudaranya.

Salah satu perbedaan yang paling mencolok antara gajah hutan dan gajah savana adalah ukuran tubuh mereka. Gajah hutan cenderung lebih kecil dan lebih ringan daripada gajah savana, dengan bobot rata-rata sekitar 2 hingga 4 ton.

Gajah hutan juga memiliki telinga yang lebih kecil dan lebih bulat dibandingkan dengan gajah savana yang memiliki telinga lebih besar dan melengkung. Selain itu, gajah hutan juga memiliki gigi depan yang lebih melengkung dan lebih panjang daripada gajah savana.

Habitat yang berbeda juga memengaruhi perilaku dan pola makan gajah hutan. Mereka hidup di hutan hujan, sehingga pola makan mereka lebih terfokus pada tumbuhan yang tumbuh di hutan, seperti buah-buahan dan daun-daunan.

Mereka juga dikenal sebagai spesies yang lebih pemalu dan kurang terbiasa dengan interaksi manusia, karena habitat mereka yang lebih terpencil.

  • Gajah Savana Afrika

Gajah Savana Afrika (Loxodonta africana) adalah spesies gajah yang paling dikenal dan tersebar luas di Afrika. Mereka dapat ditemukan di berbagai habitat di seluruh benua Afrika, termasuk savana, padang rumput, hutan savana, dan daerah persimpangan antara hutan dan savana.

Gajah Savana Afrika dikenal sebagai hewan terbesar di dunia, karena ukuran tubuh mereka yang besar dengan bobot rata-rata mencapai 5 hingga 6 ton. Mereka memiliki telinga yang besar dan melengkung, serta gigi depan yang panjang dan lurus.

Selain itu, gajah Afrika terbesar di dunia ini juga dikenal karena kecerdasan dan keterampilan sosial mereka yang luar biasa. Mereka dapat berkomunikasi satu sama lain melalui berbagai cara, seperti dengan bunyi, gerakan tubuh, dan bahasa tubuh.

Klasifikasi Ilmiah

Klasifikasi ilmiah gajah Afrika (Foto: iStock)

Berikut ini adalah klasifikasi ilmiah gajah Afrika menurut Anonim, 1827:

Kerajaan: Animalia

Filum:  Chordata

Kelas:   Mammalia

Ordo:   Proboscidea

Famili: Elephantidae

Genus: Loxodonta

Ciri-ciri Gajah Afrika

(Foto: Pixabay)

Meskipun gajah Afrika jantan dan betina memiliki banyak kesamaan dalam hal ciri-ciri fisik dan perilaku, terdapat beberapa perbedaan antara keduanya. Berikut ini adalah beberapa perbedaan antara gajah Afrika jantan dan betina:

  • Ukuran tubuh

Gajah jantan umumnya lebih besar dari betina. Tinggi gajah Afrika bisa mencapai sekitar 3-4 meter dan berat hingga 5-6 ton, sementara betina sedikit lebih kecil dengan tinggi  sekitar 2,5-3,5 meter dan berat sekitar 3-4 ton.

  • Gading

Hanya gajah jantan yang memiliki gading yang besar, melengkung, dan tajam. Gading ini digunakan untuk mempertahankan wilayah, melindungi diri, dan dalam upacara perkawinan. Sedangkan betina memiliki gading yang lebih pendek dan lebih tipis, bahkan ada beberapa betina yang tidak memiliki gading sama sekali.

  • Kepemimpinan kawanan

Gajah betina yang lebih tua umumnya memimpin kawanan gajah. Mereka memainkan peran penting dalam menjaga kawanan tetap bersatu dan aman, sedangkan gajah jantan seringkali hidup sendiri atau dalam kelompok kecil.

  • Perkawinan dan reproduksi

Gajah jantan mencari pasangan untuk kawin setiap tahun, sedangkan betina hanya kawin setiap beberapa tahun. Betina hamil selama kurang lebih 22 bulan dan melahirkan seekor anak gajah tunggal.

  • Ciri-ciri belalai

Belalai gajah jantan sering lebih besar dan tebal, dengan ujung yang membengkak dan berbentuk mirip sendok. Sedangkan belalai betina lebih ramping dan lebih fleksibel.

Kebiasaan Gajah Afrika

Kebiasaan gajah Afrika (Foto: nrdc.org)

Beberapa kebiasaan gajah ini adalah antara lain:

  1. Hidup dalam kelompok sosial yang besar dan kompleks. Kelompok ini biasanya dipimpin oleh seekor betina yang disebut matriark.
  2. Spesies gajah ini membutuhkan air dalam jumlah yang cukup banyak dan sering bergerak dari satu sumber air ke sumber air yang lain.
  3. Belalai gajah ini merupakan alat yang sangat penting bagi mereka untuk berkomunikasi, mencari makanan dan minuman.
  4. Hewan ini merupakan pemakan rumput, tumbuhan, buah, dan pohon, yang mampu mengonsumsi sebanyak 450 kg makanan dalam sehari. Namun demikian, gajah hanya mampu mencerna sekitar 40 persen dari makanannya karena sistem pencernaannya yang kurang efisien.
  5. Beberapa populasi gajah jenis ini melakukan migrasi jarak jauh dalam mencari makanan atau air di musim yang kering. Mereka dapat menempuh jarak hingga ratusan kilometer dalam perjalanan mereka.
  6. Kehidupan gajah sangat tergantung pada keberadaan habitat alaminya. Oleh karena itu, kegiatan manusia seperti perburuan dan perusakan habitat dapat mengancam kelangsungan hidup populasi gajah ini.

Perkembangbiakan Gajah Afrika

Kebiasaan gajah Afrika (Foto: Pixabay)

Gajah ini dikenal sebagai hewan yang memiliki masa hidup yang panjang dan memiliki kecerdasan serta keterampilan sosial yang luar biasa. Namun, mereka juga memiliki masa reproduksi yang panjang dan lambat, sehingga populasinya sulit untuk dipulihkan jika terjadi penurunan jumlah individu.

Gajah betina biasanya mulai memasuki masa pubertas pada usia sekitar 8-13 tahun, sedangkan gajah jantan pada usia yang sedikit lebih tua, yaitu sekitar 10-15 tahun.

Saat gajah betina siap untuk bereproduksi, mereka akan memancarkan bau khas melalui kelenjar di area genital mereka, yang akan menarik gajah jantan di sekitarnya. Ketika gajah betina berhasil memikat gajah jantan, maka keduanya akan melakukan permainan kawin selama beberapa minggu atau bahkan bulan.

Selama masa perkawinan ini, gajah jantan akan menunjukkan perilaku yang agresif untuk melindungi betina dari gajah jantan lain yang berusaha untuk memperebutkannya.

Setelah masa perkawinan berakhir, gajah betina akan mengandung selama sekitar 22 bulan sebelum akhirnya melahirkan seekor bayi gajah. Bayi gajah yang baru lahir biasanya memiliki berat badan sekitar 100-120 kg dan sangat tergantung pada induknya untuk bertahan hidup.

Dalam kondisi lingkungan yang baik, gajah betina dapat melahirkan anak sekitar setiap 3-6 tahun. Populasi gajah ini yang stabil dan sehat dapat membantu menjaga keseimbangan ekosistem dan menjaga keberlangsungan hidup spesies lainnya di Afrika.

Namun, perburuan, kehilangan habitat, dan konflik manusia-gajah dapat menjadi ancaman serius bagi keberlangsungan hidup spesies gajah ini di masa depan.

Oleh karena itu, perlindungan dan upaya konservasi gajah Afrika menjadi sangat penting dilakukan untuk keberlangsungan hidup mereka di masa yang akan datang.

Editor: Juni Sinaga
TAG :
Baca Juga
LIPUTAN KHUSUS