Gempa Maroko, Korban Tewas Terus Bertambah Jadi 820 Orang

Korban tewas gempa Maroko semakin bertambah. (Foto: REUTERS/Abdelhak Balhaki)

PARBOABOA, Maroko - Maroko kembali diguncang gempa dahsyat pada Jumat (8/9/2023). Gempa berkekuatan M 6,8 skala Richter itu menjadi yang paling mematikan yang terjadi di negara tersebut dalam beberapa tahun terakhir.

Mengutip laporan televisi pemerintah Al Aoula, Sabtu (9/9/2023), gempa Maroko menewaskan 820 orang dan 627 lainnya terluka, termasuk 205 orang dalam kondisi kritis. Korban diperkirakan akan terus bertambah.

Tak hanya korban jiwa dan luka-luka, gempa Maroko juga menghancurkan rumah-rumah penduduk dan sejumlah bangunan bersejarah di Marrakesh.

Pusat gempa Maroko diketahui terletak di Pegunungan Atlas, sekitar 70 kilometer dari selatan Marrakesh. Lokasi gempa juga tak jauh dari Toubkal, puncak tertinggi di Afrika Utara dan Oukaimeden, resor ski Maroko yang terkenal.

Mengutip AP, pada tahun 1960, gempa berkekuatan 5,8 skala Richter pernah melanda dekat kota Agadir di Maroko yang menewaskan ribuan penduduk negara tersebut.

Gempa Agadir mendorong pemerintah setempat untuk mengubah peraturan konstruksi di Maroko, sebab banyak bangunan, terutama rumah di pedesaan, tidak dibangun untuk menahan guncangan gempa.

Pada tahun 2004, gempa mematikan kembali mengguncang Maroko, tepatnya di dekat kota pesisir Mediterania Al Hoceima. Gempa berkekuatan 6,4 skala Richter itu menyebabkan lebih dari 600 orang tewas.

Berdasarkan Survei Geologi Amerika Serikat (USGS), gempa Maroko merupakan gempa terkuat yang melanda wilayah negara Afrika Utara itu dalam lebih dari satu abad.

Sementara itu, Kedutaan Besar Republik Indonesia (KBRI) di Rabat, Maroko menyatakan hingga saat ini belum ada laporan terkait warga negara Indonesia (WNI) yang menjadi korban gempa Maroko.

Hal itu diketahui setelah pihak KBRI berkoordinasi dengan otoritas setempat dan komunitas Indonesia. Selain itu, para Delegasi Indonesia di Marakesh yang sedang mengikuti The 10th International Conference on UNESCO Global Geoparks 2023 juga terpantau aman.

Dari sekitar 500 WNI yang menetap di Maroko, KBRI tidak menerima laporan adanya korban WNI yang terdampak dalam gempa tersebut.


 

Editor: Andy Tandang
TAG :
Baca Juga
LIPUTAN KHUSUS