Diduga Melanggar Hak Cipta, Getty Image Gugat Perusahaan AI

Ilustrasi Getty Image, foto: gettyimages.com

PARBOABOA - Salah satu pemain kuat di pasar gambar saham, Getty Images menggugat pemilik alat seni AI Stable Diffusion atas pelanggaran hak cipta.

Gugatan itu diajukan perusahaan pada 17 Januari kemarin untuk Stability AI, pembuat Stable Diffusion di pengadilan London, Inggris.

Dalam pengajuannya, mengklaim Stability AI melanggar hak cipta yang dimiliki atau diwakili oleh Getty Images.

“Stability AI secara tidak sah menyalin dan memproses jutaan gambar yang dilindungi oleh hak cipta dan metadata terkait yang dimiliki atau diwakili oleh Getty Images tanpa lisensi untuk kepentingan komersial dan merugikan pembuat konten," katanya dalam sebuah pernyataan.

Getty Images memberikan lisensi kepada inovator teknologi terkemuka untuk tujuan yang terkait pelatihan sistem kecerdasan buatan dengan cara menghormati hak kekayaan pribadi dan intelektual.

Namun, Stability AI mengabaikan opsi lisensi dan perlindungan hukum demi mengejar kepentingan komersial.

Dilansir Engadget, Rabu (18/1/2023), CEO Getty Images Craig Peters mengatakan tuntutan akan mencakup hak cipta dan pelanggaran pesyaratan layanan situs, seperti web scraping.

Dia menyebut perusahaan tidak mencari ganti rugi dalam kasus ini, tetapi berharap dapat membangun preseden yang menguntungkan untuk ligitasi di masa depan.

Alat pembuatan teks-ke-gambar seperti Stable Diffusion, Dall-E dan Midjourney tidak menciptakan karya seni yang sama seperti yang dilakukan orang. Seperti AI generatif lainnya, alat ini dilatih untuk menggunakan basis data besar gambar beranotasi.

Getty menolak berkomentar lebih lanjut tentang gugatan tersebut kepada, seperti dilansir dari CNN. Namun, pihak perusahaan sudah meminta tanggapan dari perusahaan AI sebelum mengambil tindakan hukum itu.

Dalam beberapa bulan terakhir, pemasok foto seni dan media konvensional diketahui tengah berjuang untuk hidup berdampingan di tengah tren gambar yang dihasilkan kecerdasan buatan yang menggunakan gambar dan seni buatan manusia sebagai pelatihan data.

Setelah tersedia hanya untuk sekelompok orang dalam teknologi tertentu, sistem AI teks-ke-gambar menjadi semakin populer dan kuat. Sistem ini termasuk Stable Diffusion dan DALL-E dari OpenAI.

Shutterstock, pesaing Getty Images dan sesama platform stok gambar, telah mengumumkan rencana kerjasama dengan OpenAI pada Oktober.

Perusahaan yang juga jadi pembuat ChatGPT ini meningkatkan konten yang dihasilkan AI sambil meluncurkan dana untuk memberi kompensasi kepada seniman sebagai kontribusi mereka.

Hanya dalam beberapa bulan, jutaan orang telah berbondong-bondong menggunakan sistem AI teks-ke-gambar yang telah digunakan untuk membuat film eksperimental, sampul majalah, dan gambar untuk mengilustrasikan berita.

Sejauh ini, perusahaan AI mengeklaim bahwa praktik mengambil data set pelatihan tool AI dari internet dicakup dalam undang-undang seperti doktrin penggunaan wajar AS.

Namun, banyak pemegang hak tidak setuju dan mengatakan itu merupakan pelanggaran hak cipta.

Dalam kasus ini Getty Images dan tiga seniman mengajukan gugatan hukum melawan Stability AI. Pakar hukum sendiri memiliki pendapat yang berbeda-beda tentang masalah ini.

Oleh karena itu, pertarungan hukum antara Getty Images dan tiga seniman melawan Stability AI soal penggunaan gambar berhak cipta ini bakal menjadi perpektif hukum baru dalam pengembangan tools AI untuk menghasilkan gambar.

Editor: -
TAG :
Baca Juga
LIPUTAN KHUSUS