Ilustrasi

Google Terancam Bangkrut di Rusia

Wanovy | Teknologi | 21-05-2022

PARBOABOA - Google di Rusia terancam bangkrut setelah pihak berwenang menyita rekening banknya.

Tindakan tersebut membuat perusahaan tidak mampu membayar gaji, kompensasi dan menjalankan operasional perusahaan di negara tersebut.

"Sejak 22 Maret 2022, Google diramal akan bangkrut karena tidak mampu memenuhi kewajiban keuangannya. Tuntutan untuk membayar pesangon dan remunerasi staf yang bekerja atau sebelumnya bekerja di bawah kontrak kerja, dan kewajiban untuk membuat pembayaran wajib dalam jangka waktu yang ditentukan," tulis catatan ke Registrasi Keuangan Rusia dikutip Reuters.

Seperti dikabarkan unit Alphabet, seperti Google dan YouTube telah berada di bawah tekanan di Rusia selama berbulan-bulan karena gagal menghapus konten yang dianggap ilegal oleh Moskow.

Perusahaan juga membatasi akses ke beberapa media Rusia di YouTube. Tapi sejauh ini Kremlin tidak memblokir akses ke layanan perusahaan.

"Layanan gratis termasuk pencarian dan YouTube akan tetap beroperasi," kata juru bicara Google, dikutip dari CNBC Internasional, Kamis (19/5/2022).

Reuters melaporkan Google sudah tidak mampu lagi mempertahankan kantor cabangnya di Rusia.

Google dilaporkan menghasilkan 134,3 miliar rubel atau sekitar US$2,086 miliar (Rp30,7 triliun) di Rusia pada 2021 dan mempekerjakan lebih dari 100 orang.

"Penyitaan rekening bank Google Rusia oleh otoritas Rusia telah membuat kantor kami di Rusia tidak dapat berfungsi, termasuk mempekerjakan dan membayar karyawan, membayar pemasok dan vendor serta memenuhi kewajiban keuangan lainnya," kata juru bicara Google dalam sebuah pernyataan dilansir The Verge.

"Google Rusia telah menerbitkan pemberitahuan tentang niatnya untuk mengajukan kebangkrutan," imbuhnya.

Pada Maret lalu, Google menangguhkan penjualan iklan di Rusia tak lama setelah Rusia menginvasi Ukraina.

Sementara itu, YouTube milik Google juga melarang iklan di saluran media yang didukung pemerintah Rusia dan kemudian memblokir saluran tersebut sepenuhnya.

Pada Desember 2021, Rusia mendenda Google 7,2 miliar rubel (US$98 juta USD) atau sekitar Rp1,4 triliun karena gagal menghapus konten yang dianggap ilegal oleh Rusia dari platformnya. Denda tersebut merupakan 8 persen dari pendapatan Google di Rusia.

Selain itu, saluran TV Rusia mengklaim pihak berwenang menyita 1 miliar rubel (sekitar US$15 juta) sekitar Rp220 miliar dari Google pada April setelah tidak memulihkan akses ke akun YouTube saluran tersebut.

Regulator komunikasi Rusia juga mengancam akan menjatuhkan denda sebesar 8 juta rubel (US$95 ribu) sekitar Rp1,4 miliar buat Google setelah menghapus video 'ilegal' dari YouTube.

Sejauh ini, tidak ada laporan jumlah total uang yang telah dikeluarkan Google atas denda yang diberikan pemerintah Rusia.

Google menjadi perusahaan teknologi besar pertama yang mengajukan kebangkrutan di Rusia akibat invasinya ke Ukraina.

Google, yang telah menghentikan penjualan iklan dan sebagian besar operasi komersial lainnya di Rusia, mengatakan layanan gratisnya, termasuk Gmail, Maps, Android dan Play, akan tetap tersedia untuk pengguna Rusia.

Perusahaan lain seperti Apple, Meta dan Microsoft juga memiliki kegiatan yang ditangguhkan pemerintah Rusia, namun belum menyatakan bangkrut.

Tag : #google    #rusia    #internet    #teknologi    #google bangkrut    #invasi   

Baca Juga