Harga Pangan di Pematang Siantar Turun: Pedagang Tahan Penjualan, Pembeli Senang

H+5 Lebaran Idulfitri 2023, harga komoditas pangan cabai merah kembali mengalami penurunan. Kamis (27/4/2023). (Foto : PARBOABOA/Halima)

PARBOABOA, Pematang Siantar - Harga cabai merah di hari ke-5 Idulfitri turun menjadi Rp16 ribu per kilogram.

Sebelumnya harga cabai sempat menembus harga Rp24 ribu per kilogram.

Menurut salah seorang pedagang di Pasar Dwikora atau Pasar Parluasan Pematang Siantar, Leny (34), selain cabai merah, harga cabai hijau juga turun menjadi Rp16 ribu per kilogram.

Leny mengatakan, turunnya harga cabai karena pasokan yang melimpah saat ini.

"Karena banyak barang keluar dari ladang sana, jadi barang dari permintaan (pedagang) masih terpenuhi. Akhirnya para petani langsung menjual barangnya langsung ke pasar tanpa melalui agen-agen," katanya kepada PARBOABOA, Kamis (27/4/2023).

Leny mengungkapkan, banjirnya pasokan membuat harga cabai semakin jatuh.

"Harus pintar-pintar ngambil situasi lah, kalo pasar Parluasan sedang ramai. Kita tekan harga, tapi kalo sudah mulai sore seperti ini mana bisa lagi bertahan dengan harga segitu. Pastinya kita turunkan lagi. Demi supaya barang dagangan cepat habis," ucapnya.

Pedagang lainnya, B Siregar (57) mengatakan, saat ini harga cabai sangat murah. Bahkan komoditas lain seperti bawang merah juga turun menjadi Rp24 ribu per kilogram dari sebelumnya Rp32 ribu per kilogram.

"Yang mengalami kenaikan saat ini hanya bawang putih yang harga sebelumnya Rp24 ribu kini jadi Rp32 ribu per kilogram,” jelasnya.

Siregar juga mengeluhkan harga tomat yang turun tajam menjadi Rp4 ribu hingga Rp6 ribu per kilogram. Padahal harga tomat sebelumnya sempat mencapai Rp12 ribu per kilogram.

Sementara salah seorang pembeli Bunga (25) mengaku senang dengan harga kebutuhan yang stabil seperti saat ini.

"Sangat senang lah belanja kebutuhan saat ini semua harga cabai merah, cabai rawit, tomat dan bawang merah, juga bawang putih mengalami penurunan harga," katanya.

Bunga juga memberikan tips agar sebisa mungkin menyimpan bahan pangan, karena harga sewaktu-waktu bisa naik dan turun.

"Bisa saja besok sudah naik harga barang-barang ini kan," tambah dia.

Editor: Kurnia Ismain
TAG :
Baca Juga
LIPUTAN KHUSUS