Jalan rusak parah di Labura

Jalan Rusak Parah di Labura, Puluhan Tahun Tak Dapat Perbaikan

rini | Daerah | 29-11-2021

PARBOABOA, Labura – Jalan lintas yang menghubungkan empat Kecamatan di Labuhan Batu Utara selayaknya mendapat perhatian khusus dari pemerintah setempat. Pasalnya jalan yang digunakan warga untuk mengangkut hasil panen tersebut, jika sudah memasuki musim penghujan seperti saat ini akan sangat sulit untuk dilewati kendaraan.

Jalan yang sudah bertahun-tahun tak tersentuh pembangunan itu terdapat banyak lubang besar, akibatnya mobil yang mencoba untuk lewat justru terperosok. Bahkan seorang warga setempat mengaku membutuhkan waktu sampai dua hari hanya untuk menempuh jarak 50 km saja.

"Iya biasa itu, orang dua hari-dua malam baru sampai. Sampai jadi berondol itu, sawit itu," kata warga sekitar bernama Nasrun Tanjung (50), dikutip dari detikcom Minggu (28/11).

Nasrun menjelaskan jalan tersebut merupakan penghubung Kecamatan Kualuh Leidong dengan Kecamatan Kualuh Hilir, Kecamatan Kualuh Selatan dan Kecamatan Kualuh Hulu.

Buruknya jalan tersebut menyebabkan potensi ekonomi dari hasil perkebunan sawit tidak bisa dimaksimalkan oleh warga.

"Ongkos mahal, harga sawit pun jadi murah. Motor (mobil) yang rusak banyak. Yang terguling, yang patah per, wah banyak lah. Ngeri betullah kondisinya," ucap Nasrun.

Padahal menurutnya Kualuh Leidong mempunyai kondisi ekonomi yang sangat luar biasa. Daerah tersebut merupakan penghasil kelapa sawit dan juga merupakan lumbung padi di Sumatera Utara.

Nasrun mengatakan, infrastruktur jalan di Kualuh Leidong belum pernah tersentuh perbaikan dari pemerintah. Selama berpuluh tahun perbaikan dan perawatan jalan dilakukan secara swadaya oleh masyarakat.

Awalnya masyarakat pernah membuat palang dan mengutip bayaran Rp 50 ribu dari setiap pengendara mobil yang lewat. Dari uang berhasil dikumpulkan itulah warga membeli batu untuk menambal jalan yang berlobang,

"Namun belakangan penjaga palangnya rupanya nggak jujur, banyak uang yang dimakannya, sampai marah masyarakat. Akhirnya tak ada lagi lah palang, tak ada uang untuk perbaikan. Akibatnya ini lah, jalan rusak," tambahnya.

Nasrun berharap agar pemerintah mau memperhatikan daerah mereka. Baik itu pemerintah kabupaten, provinsi maupun pemerintah pusat.

"Rasanya sedih kalau mendengar Presiden Jokowi bangun jalan dimana-mana, sementara jalan di kampung kami berpuluh tahun kayak kubangan kerbau," ucapnya.

Jalan yang kondisinya memprihatinkan itu terdapat di Desa Teluk Pulai Luar, Sunge Dua, Air Hitam dan Kelapa Sebatang. Menurut Nasrun, di daerah ini satu titik kerusakan jalan bisa mencapai berkilo-kilo meter panjangnya.

Tag : #labura    #sumut    #jalan rusak di labura    #jalan rusak    #rusak    #daerah    #miris   

Baca Juga