Jelang Libur Panjang, IHSG dan Rupiah Menguat di Akhir Perdagangan

Ilustrasi pasar keuangan yang akan tutup menjelang libur Idulfitri. (Foto: PARBOABOA/Fika)

PARBOABOA, Medan -  Libur menyambut Hari Raya Idul Fitri akan dimulai sebentar lagi, yakni Sabtu (06/04/2024) mendatang. Artinya, hari ini, Jumat (05/04/2024) perdagangan bursa akan ditutup selama seminggu libur Idulfitri.

Di akhir perdagangan pada pekan ini, kinerja IHSG ditutup menguat 0.45% di level 7.286,88. Di mana sebelumnya di sesi awal perdagangan, IHSG sempat melemah. Namun di sore hari, IHSG mampu berbalik menguat seiring dengan  membaiknya kinerja mata uang Rupiah.

Pengamat Ekonomi Sumatera Utara, Gunawan Benjamin kepada PARBOABOA mengatakan data cadangan devisa RI yang  mengalami penurunan menjadi $140.4 miliar pada bulan maret, tidak memberikan tekanan serius bagi kinerja mata uang rupiah.

"Rupiah malah menguat dan berakhir di level 15.860 per Dolar AS," ucapnya. Menurutnya, kinerja mata uang Rupiah yang menguat justru berlawanan dengan imbal hasil US Treasury di level 4.33%. Penguatan Rupiah hari ini pada dasarnya bergerak anomali (tidak seperti biasanya).

Di mana mata uang US Dolar justru bergerak variatif dengan melemah terhadap sebagian mata uang hard currency di Asia.

Di samping itu, ditutupnya pasar keuangan di tanah air selama perayaan Idulfitri seminggu kedepan menyisakan kekhawatiran. "Kalau nanti Bank Sentral AS mengumumkan data inflasi yang buruk, diperkirakan pasar keuangan bisa jadi tidak bagus," tuturnya.

Apalagi, pernyataan salah satu pejabat The FED yang memberikan gambaran kemungkinan tidak ada penurunan bunga acuan di tahun 2024 oleh Bank Sentral AS.

Ditambah lagi, data penjualan kendaraan di tanah air serta dengan kepercayaan konsumen juga berpeluang memberikan beban bagi kinerja pasar keuangan setelah libur panjang nanti.

Sebelumnya, di pagi hari tadi, pemerintah akan merilis data cadangan devisa pada hari ini. Sementara itu, AS akan mengumumkan data tentang jumlah pekerja di luar sektor pertanian yang bisa mempengaruhi pergerakan pasar kedepannya.

Sejauh ini data ketenagakerjaan AS diperkirakan akan melemah, yang bisa saja diterjemahkan sebagai kemungkinan bahwa tekanan laju inflasi di AS akan lebih melandai dibandingkan dengan sebelumnya.

Memburuknya data ketenagakerjaan AS akan menjadi kabar baik bagi pasar keuangan di tanah air. Meskipun sayangnya kinerja pasar keuangan di tanah air akan memasuki libur panjang di minggu depan. Sehingga diprediksi tidak akan begitu berpengaruh besar bagi kinerja pasar keuangan di tanah air.


Sementara itu, jika cadangan devisa turun tajam, bisa menekan nilai Rupiah lebih jauh. Mata uang rupiah pada sesi perdagangan pagi tadi mengalami pelemahan tipis di level 15.905 per US Dollar nya. Mata uang rupiah melemah setelah dalam hampir satu pekan terakhir kerap ditransaksikan di atas 15.900 atau mendekati level 16.000 per US Dollar.

Tekanan pada Rupiah masih tinggi meskipun ada kemungkinan Bank Sentral AS atau The Fed akan menurunkan suku bunga utamanya.

Selain IHSG dan Rupiah, Gunawan Benjamin menjelaskan harga emas pada perdagangan sore ini ditransaksikan menguat di level $2.293 per ons troy nya. Harga emas masih berkonsolidasi sementara di level tersebut sampai nantinya ada sentimen yang mendorong penguatan lebih lanjut.

Salah satu sentimennya adalah masalah geopolitik. Di mana Iran diperkirakan akan menyerang Israel. Rencana ini sebagai buntut dari serangan Israel ke kantor duta besar Iran di Suriah sebelumnya.

Jika perang ini benar terjadi dan diasumsikan akan terjadi, di pekan depan maka akan menjadi kabar baik buat harga emas. Meskipun bisa menjadi kabar buruk bagi IHSG dan Rupiah.

Sebelumnya pada pembukaan pasar keuangan harga emas ditransaksikan melemah di level $2.273 per ons troy nya. Emas mengalami koreksi setelah sempat menyentuh $2.300 per ons troy.

Meningkatnya tensi geopolitik telah mendorong kenaikan permintaan untuk emas. Bank Sentral AS merupakan salah satu pembeli terbesar emas. Pembelian emas dari Bank Sentral AS ini biasanya akan membuat harga emas mengalami kenaikan yang cukup signifikan.

Editor: Fika
TAG :
Baca Juga
LIPUTAN KHUSUS